Motherhood Personal

Pregnancy Story 1: Kejutan Akhir Tahun

Sabtu, 14 Desember 2019

Aku terbangun dengan perasaan masih sedikit kesal. Kemarin adalah hari kepulanganku dari Kuala Lumpur setelah pergi trip bersama sebuah brand kecantikan. Bukannya langsung pulang ke rumah, eh suami malah janjian pergi sama temannya sehabis pulang kantor. Emangnya gak kangen apa ditinggal 3 hari dua malam? 😛

Hari ini kami berdua gak punya rencana apa-apa setelah bangun tidur. Masih mau santai-santai dulu karena aku juga masih capek. Cuma ada satu hal yang mengganjal di pikiran.

Seharusnya sejak tanggal 8 Desember 2019 jadwal haidku datang. Ya, walaupun jarang meleset, paling engga telat dua atau tiga hari saja paling lama. Tapi kali ini sudah hampir mau seminggu.

Pengalaman membuat aku gak mau memupuk rasa harap yang lebih. Aku masih inget dua sampai tiga tahun yang lalu hampir setiap bulan mencoba cek test pack kalau telat haid walaupun cuma sehari-dua hari. Hasilnya hanya membawa kekecewaan.

Begitu pula kali ini. Walaupun tidak mau dipikirin, tapi ada perasaan curiga dan mengganjal sejak Hari Senin, dua hari sebelum keberangkatanku ke Malaysia. Tidak biasanya setiap jam dua malam aku terbangun dengan keadaan perut yang sakit. Seperti kram dan juga mirip seperti mau buang air besar. Tapi saat di toilet, tidak terjadi apa-apa.

Keesokannya pun masih begitu. Sampai karena sangking sebelnya harus terbangun setiap malam, aku tidak sengaja aku mengumpat karena kesakitan. Suami sempat khawatir namun tetap menenangkan. Untungnya malam sebelum berangkat aku coba pakai minyak telon di perut sehingga tidak terbangun lagi sampai pagi. Aku pun pakai baju yang tebal, karena berpikir mungkin ini cuma lagi masuk angin aja.

Balik lagi ke hari ini, aku akhirnya bilang ke suami yang sudah kupikirkan dari malam sebelumnya.

Kita cek aja yuk? Aku kok penasaran”

Untung aja aku masih punya beberapa test pack sebagai stok. Ada yang kubeli dari paket Cepat Hamil Asmaraku, tapi kali ini kupakai dulu test pack yang harganya lebih murah hehehe. Setelah itu langsung ke kamar mandi untuk mengecek.

Jujur aku gak inget kapan terakhir kali pakai test pack. Yang kuingat sejak awal tahun 2019 aku gak pernah cek lagi. Bahkan aku berhasil membuang beberapa test pack dengan hasil negatif yang selama ini kukumpulkan untuk kenangan. Tapi akhirnya kubuang saja supaya cepat move on. Makanya saat mau cek kali ini perasaanku 50:50.

Separuh hati berharap, tapi sisanya aku berusaha cuek dan ngerasa ah paling kayak biasanya lagi. Setelah test pack kucelupkan, tidak biasanya aku taruh test pack itu begitu saja. Kalau dulu aku senang melihat bagaimana air naik ke test pack dan membentuk garis. Sambil berharap ada dua garis, bahkan garis samar pun tidak apa-apa.

Tapi kali ini aku malah langsung sibuk mencuci tangan dan tidak berpikir apa-apa. Sampai akhirnya selesai mengeringkan tangan, ku tengok test pack yang tadi kuletakkan.

Ternyata sudah ada dua garis merah yang cukup tebal berada di test pack itu.

pregnancy story

Yang kuingat aku pelototin dua garis itu dengan tangan bergetar. Sampai gak bisa mikir atau mau rencanain adegan surprise-surprise-an segala ala Raisa-Hamish atau orang-orang lain. Yang kulakukan cuma buru-buru masuk kamar dan kasih tau suami dengan muka cemas.

Kok malah cemas?

Ya abis aku jadi inget kemarin selama di Kuala Lumpur ngapain ajaaa? Banyak jalan kaki sampe tengah malam, makan sashimi, angkat-angkat koper, dan juga naik pesawat dengan kondisi turbulence yang lumayan kencang.

Suami pun ekspresinya juga kelihatan setengah kaget. Katanya dia juga sebenarnya sudah curiga dari awal aku sakit perut, tapi gak mau dibahas dulu sampai aku pulang ke Jakarta lagi. Gak ada tuh adegan peluk-pelukan bahagia atau mau foto dan ambil video buat kenangan. Yang ada kita bengong berdua harus ngapain.

 

***

Yaaa begitulah cerita awal mula bagaimana saat aku pertama kali tahu hamil. Kehamilan yang ditunggu-tunggu selama 3 tahun pernikahan kami.

Ternyata di saat kami sudah mulai legowo dan berusaha menikmati hidup, Tuhan kasih rejeki itu di waktu yang tidak disangka-sangka. Waktu yang sesuai dengan doaku selama ini, untuk minta diberikan di waktu yang menurut-Nya tepat.

Melalui tulisan ini, aku akan memulai kategori baru dalam blog yaitu, Motherhood. Di sini aku akan mulai mencatat beberapa pengalaman selama kehamilan dan semoga juga bisa disambung terus sampai si bayi ini lahir. Harapannya tidak hanya menjadi memori di dalam pikiranku saja, tapi juga ada beberapa manfaat yang bisa diambil dari tulisanku.

Terakhir aku minta doanya untuk diberikan kelancaran selama kehamilan dan diberikan kemudahan saat persalinan ya, teman-teman. Terima kasih semua yang sudah baca tulisan ini 🙂

8 Comments

  1. dessy 22/04/2020
    • Lia 22/04/2020
  2. Robi Setiawan 22/04/2020
    • Lia 22/04/2020
  3. Armita Fibriyanti 22/04/2020
    • Lia 22/04/2020
  4. intanekapratiwi 02/05/2020
    • Lia 03/05/2020

Leave a Reply