Lifestyle

Beralih ke Digital Planner

Demi tetap bisa bikin konten walau disibukkan dengan kegiatan sebagai ibu baru, aku akhirnya membeli tablet di akhir tahun 2020 lalu. Tablet yang kubeli adalah Samsung Tab A8 2019 with S Pen, karena kulihat review-nya yang cukup bagus dan tentu saja budget-nya masih masuk kantong.

Gara-gara banyak nonton review-nya di YouTube pas sebelum beli gadget ini, akhirnya homepage YouTube-ku banyak isinya tentang tablet dan hal lain yang berkaitan. Sampai akhirnya aku ketemu sama konten tentang Digital Planner.

DIGITAL PLANNER

Digital Planner adalah rencana atau jadwal yang disusun dalam bentuk digital. Jika biasanya kita menulis planner di kertas atau buku, sekarang dengan adanya tablet jadi bisa dilakukan secara digital.

Menulis planner sendiri juga bukan hal yang baru buatku. Aku terbiasa membuat planner ataupun jurnal sejak masih sekolah. Waktu itu aku suka sekali dapat bonus agenda dari majalah remaja yang biasa kubaca. Lama kelamaan kebiasaan menulis agenda ini terbawa sampai sekarang.

Menulis jurnal atau membuat planner sangat membantu kehidupanku. Aku ini tipe orang yang pelupa, jadi planner sangatlah penting supaya tidak ada hal yang tertinggal. Ini juga sangat membantu saat aku menyusun jadwal pekerjaan yang harus kukerjakan hari itu.

Sebenarnya sebelum punya tablet aku juga terbiasa membuat reminder di smartphone. Tapi hanya sekedar reminder saja. Untuk planner lebih banyak kutulis di agenda. Karena menulis dengan tangan ada sensasinya sendiri sebenarnya. Cuma memang setelah aku mencoba beralih ke digital planner selama sekitar dua bulan, ternyata ada banyak hal yang kusuka.

KEUNTUNGAN DIGITAL PLANNER

Tidak Perlu Beli Agenda Setiap Tahun

Pakai digital planner itu ekonomis banget. Cuma cukup punya gadget-nya aja, nanti isinya bisa kita bikin sendiri. Atau seperti aku yang pakai free planner template yang bertebaran di dunia maya.

Tidak Menumpuk

Karena aku berniat untuk meminimalisir benda yang menumpuk di rumah, jadilah digital planner ini solusi yang terbaik untuk saat ini. Sampai sekarang aku masih punya laci khusus yang menyimpan agendaku dalam bentuk fisik dari tahun-tahun sebelumnya. Sekarang dengan digital planner, cukup di file secara digital saja.

Minim Kesalahan Menulis

Ini juga yang aku ngerasa banget keuntungannya pakai digital planner. Gak takut lagi salah nulis atau repot menghapus. Karena digital, ya tulis aja sesukanya. Kalau salah, tinggal dihapus. Tapi tidak meninggalkan bekas hapusan. Bersih dan rapi sesuai dengan mauku. Bahkan kalau aku mau nulis kebesaran atau kekecilan, nanti bisa di adjust secara digital.

Bebas Berkreasi

Di apps Samsung Notes yang kupakai, ada banyak fitur yang memudahkan orang seperti aku yang tidak pandai gambar. Cukup pakai digital sticker yang banyak juga gratis dibuat creator. Mau tempel foto juga tinggal attach photos, gak perlu kasih lem atau gunting kertas foto.

Terhubung Dengan Gadget Lain

Enak ya hidup di jaman sekarang. Semuanya serba compact. Aku terbantu dengan fitur syncronized dan juga shared data. Jadi walaupun aku nulisnya di tablet, tapi aku bisa lihat juga file-nya di smartphone-ku. 

Teman-teman bisa lihat kayak gimana bentuk digital planner-ku kira-kira seperti yang ada di video YouTube-ku ini. Ini bentuknya digital journal ya, karena planner-ku isinya banyak pekerjaan yang sifatnya confidential hehehe.

Di antara semua keuntungan tadi sebenarnya ada satu hal yang memang gak bisa dibandingkan. Yaitu tentu kalau menulis di agenda yang ada bentuk fisik akan terasa lebih berbeda. Sensasi menulis di kertas yang sebenarnya, lalu coretan-coretan yang justru membuat terasa lebih manusiawi, dan tentu saja nilai historis yang nantinya akan ada saat kita melihatnya lagi di beberapa tahun kemudian.

Yaaa, memang ini balik ke masing-masing. Tapi sejauh ini, aku sendiri merasa dengan beralih ke digital planner jadi lebih pas buatku saat ini.

Kalau teman-teman sendiri bagaimana? Apakah suka menulis planner juga? Kalian pilih mana, nulis di agenda atau digital planner saja?

One Response

  1. Ruth 17/03/2021

Leave a Reply