Beauty

Perjalanan Panjang Terlepas Dari Jerawat Meradang

Siapa sih yang gak mau punya kulit sehat terawat dan bebas jerawat? Pasti semua manusia di dunia ini khususnya wanita menginginkan kulit mulus bahkan kalau bisa nyamuk aja kepleset. Hehehehe.

Tapi pada kenyataannya hampir semua manusia memiliki masalah pada kulitnya masing-masing. Termasuk saya yang sempat mengalami jerawat parah selama kurang lebih 2 tahun.

Kali ini saya mau cerita perjalanan panjang saya lepas dari jerawat yang meradang di kulit muka saya. Saya juga akan ceritakan apa yang saya lakukan dan bagaimana hasilnya sampai saat ini.

Semoga menginspirasi ya!

KENAL DENGAN MAKE-UP

Di akhir tahun 2013 merupakan tahun dimana saya mulai senang memakai make-up. Di tahun ini pulalah saya banyak melakukan eksperimen dengan mencoba berbagai jenis make-up. Semua bermula dari maraknya Beauty Box yang baru saja mulai ramai diperbincangkan di Indonesia.

Baca juga: Beauty Box Indonesia

Saat itu saya berlangganan dengan Lolabox, salah satu beauty box yang sekarang sudah tinggal nama saja. Jadi konsep beauty box ini adalah mengirimkan sampel produk skin care atau make-up setiap bulan ke para subscriber-nya. Sebagai anak yang baru kenal dengan dunia kecantikan tentunya saya senang sekali. Bahkan di setiap bulannya saya mereview isi kotaknya. Dan beberapa kali mereview produknya.

beauty-box

Kondisi kulit muka saya saat itu masih baik. Sejak SMP saya memang berjerawat, tapi tidak parah. Dan biasanya hanya saat PMS saja. Yang terkadang mengganggu memang bekasnya. Sejauh itu tidak ada lagi.

Oh iya, saya juga sempat menggunakan lotion asal Jepang yang akhirnya memproduksi produknya di Indonesia lho. Selama setahunan saya pakai, terbukti kulit saya tidak rewel. Malah cenderung calm.

Efeknya apa? Mudah sekali mengaplikasikan make-up ke kulit muka. Karena kulitnya udah enak banget. Jadilah saya sering eksperimen dengan make-up. Walaupun akhirnya jarang saya ceritakan di blog, karena masih berantakan dan gak patut ditiru. Hihihi. Ada sih satu foto eye make-up yang saya tulis di sini. Wahhh ancurrr banget πŸ˜€

JERAWAT = DISASTER!

Masalah pertama datang ketika saya mulai seneng pakai BB Cream.

Saat itu memang sedang booming BB Cream sebagai senjata andalan wanita dalam menutupi kekurangan pada mukanya secara cepat dan praktis. Saya sendiri sempat mencoba beberapa produk dan jenis. Habisnya BB Cream emang terbukti banget bikin muka jadi lebih cakep gitu. πŸ˜€

Pake BB Cream kemana-mana, termasuk pas traveling.

Mama saya yang saat itu sedang menderita jerawat radang (akibat perubahan cuaca ekstrim) sempat menasehati saya. Kalau saya itu masih muda, jangan pakai kosmetik yang menutupi pori-pori kulit. Kasihan kulitnya tidak bisa nafas dan malah jadi penyebab jerawat. Saat itu saya tidak peduli. Abisnya jadi keliatan kece sih dengan bantuan BB Cream.

Tapi ternyata mama saya benar. Setelah beberapa saat kulit saya mulai ngambek dengan mengeluarkan jerawat kecil-kecil dan banyak! Sedih banget saat itu, karena awalnya hanya di satu titik, lama-lama menyebar dan hampir ke seluruh muka. Secara kasat mata sih tidak terlihat. Apalagi jika disamarkan dengan make-up, pasti tidak terlihat. Tapi namanya kulit lagi gak sehat, tentunya gak enak ya. Apalagi kalau liat kaca rasanya pengen pecahin itu kaca karena gak percaya dalam waktu singkat muka saya bisa hancur.

BELAJAR DARI KESALAHAN

Sejak itu saya langsung rajin baca blog skin care. Kata kunci yang saya selalu cari di google adalah “cara menghilangkan jerawat” atau “skin care untuk kulit berjerawat”. Satu-satu saya baca sampai selesai. Ternyata dengan melakukan research seperti ini saya banyak menemukan fakta baru, seperti salah satunya adalah alasan kenapa saya jerawatan.

Walaupun BB Cream masih lebih ringan teksturnya dibandingkan dengan Foundation, tapi yang namanya kosmetik itu patut dibersihkan dengan benar. Dulu saya tidak pernah menggunakan teknik double cleansing, dimana perlu membersihkan muka dalam dua tahap. Pada tahap pertama membersihkan muka yang masih dalam keadaan bermake-up dengan cleansing oil atau cleansing milk. Setelah itu, bersihkan dengan air atau kapas. Langkah terakhir adalah membersihkan dengan air dan facial wash untuk membersihkan kulit muka dari sisa-sisa kotoran yang terlewat pada langkah pertama sekaligus merawatnya.

Selama ini saya hanya membersihkan dengan air dan facial wash. Kemungkinan besar masih banyak kotoran yang menempel di kulit saya akibat tidak membersihkan dengan baik.

BUTUH PERTOLONGAN

Tidak sampai disitu saja. Setelah saya tahu masalahnya ternyata tidak semudah itu menyelesaikannya. Semua tips yang saya dapat dari hasil browsing sepertinya sudah terlambat. Karena kulit muka saya sudah terlanjur bermasalah (pake banget).

Akhirnya saya pergi ke sebuah klinik kecantikan. Disana kondisi kulit saya dicek oleh dokter dan diberikan sepaket obat krim untuk muka. Saya juga menjalankan treatment seperti facial. Dua sampai tiga bulan pertama kulit muka saya menunjukkan perubahan yang baik. Walaupun pada masa-masa awal treatment muka saya benar-benar dihancurkan. Kulitnya gosong dan mengelupas. Sehingga perlahan-lahan kulit muka saya yang baru muncul.

Kondisi kulit muka setelah perawatan di dokter pertama. No Make Up.

Karena saya tidak tahan dengan perawatan yang ekstrim, saya pun berhenti menggunakan obat dan mengunjungi klinik tersebut. Yang ada di pikiran saya adalah, saya gak mau ketergantungan obat dokter. Jadi inilah saatnya saya berhenti pakai. Toh kulit sudah menunjukkan hasil yang baik.

SERANGAN KEDUA

Tapi ternyata hasilnya tidak seperti yang saya bayangkan. Hanya sempat merasakan beberapa bulan kulit mulus, ternyata jerawat kembali muncul. Bahkan saya perhatikan tiap hari ada saja jerawat baru yang muncul. Perkiraan saya adalah kulit mungkin kaget dengan tindakan ekstrim saya. Dan kondisi kulit semakin parah ketika saya pergi Umrah di awal tahun 2015.

Karena jadwal yang bertepatan dengan jadwal haid bulanan saya, maka saya meminum pil penahan menstruasi selama di Negeri Arab. Efeknya jerawat hormon pun ikut-ikutan keluar. Alhasil sepulangnya ke tanah air, muka saya kembali dihiasi totol-totol menyebalkan.

Aslinya muka saya di foto ini lagi totol-totol. Terima kasih buat make-up, yang telah bekerja dengan baik πŸ™‚

Hal yang paling membuat frustasi adalah komentar orang terhadap kulit saya. Ada yang meledek, ada yang kepo nanya-nyanya. Efeknya saya jadi minder ketemu orang. Bahkan saya males lihat kaca, karena jijik ngeliat muka saya yang berantakan.

Sampai akhirnya seorang teman menyarankan saya untuk pergi ke sebuah klinik kecantikan lain. Di sana dokternya cukup baik dan harganya pun masih terjangkau. Dengan enggan dan sedikit ada rasa trauma, saya tetap paksakan untuk pergi berobat kesana.

Ternyata dokternya memang baik. Beliau mendengarkan keluh kesah saya. Bahkan menyarankan saya untuk meminum obat jika dalam sebulan jerawat saya masih muncul. Krim yang diberikan pun bahkan diwanti-wanti jangan dipakai tebal-tebal. Alhasil saya seneng banget karena krimnya bisa dipakai lama.

Dalam tiga bulan, kulit muka saya memperlihatkan perubahan yang baik. Jerawat hilang dan kulit terasa cerah. Saya tidak pernah tahu sebelumnya kalau saya memiliki warna kulit yang cukup cerah. Karena selama ini selalu tertutup jerawat yang membuat kusam.

Sama seperti pengalaman sebelumnya, saya pun tidak ingin berlama-lama menggunakan krim dari dokter. Atas seijin dokter saya diperbolehkan pelan-pelan melepas krim dokter.

KONDISI SEKARANG

Sekarang sudah sekitar tiga bulanan saya lepas dari krim dokter. Saya pelan-pelan mengubah skin care saya dari perawatan dokter menjadi perawatan dengan produk yang dijual bebas di pasaran. Agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, saya melepas satu-satu produk (tidak secara bersamaan) dan menggantinya dengan produk di pasaran. Selama itu saya memperhatikan kondisi kulit. Jika tidak bermasalah, saya langsung pelan-pelan mencoba perawatan yang lainnya.

Hingga sekarang saya hanya menggunakan krim totol jerawat dari dokter. Sisanya memakai produk yang dijual di pasaran. Tips dari saya, pelajari bahan-bahan yang tercantum dikemasan. Cari tahu bahan apa yang tidak boleh digunakan untuk kulit berjerawat. Jangan ragu tanyakan kepada Beauty Advisor di counter. Ceritakan sejarah kulitmu, dan pastikan mereka menyarankan produk yang sesuai.

Lalu bagaimana dengan kondisi muka saya?

Masih berjerawat kok! Apalagi kalau mau menstruasi. Jujur saja setelah lepas dari krim dokter berasa sekali kulit terasa lebih kasar dibanding saat menggunakan krim. Jerawat pun lebih sering muncul. Tapi saya selalu menjaga agar tangan tidak jahil memegang atau memencet jerawat. Justru sekarang saya cuek dalam menghadapi jerawat. Selama perawatan dan membersihkannya benar, saya bisa tutupi jerawat itu dengan concealer! HAHAHAHA (ketawa puas). Toh lama kelamaan jerawat itu pergi kok.

Kondisi muka per November 2015. Sekarang belom sempet foto bare face πŸ˜€

Lagian saya percaya, kulit manusia normalnya itu ya punya masalah setidaknya salah satu, ya kalo engga berjerawat, kusam, berminyak, atau masalah lainnya. Kalau kinclong dan mulus terus justru harus berhati-hati dengan produk yang kita pakai.

Baca: Catatan Pengalaman Melawan Jerawat dengan Verile Acne Skincare


Terus kenapa sih saya tiba-tiba ngomongin kisah saya yang hidup berdampingan dengan jerawat ini? Jujur saya ngerasa gak pede dan minder ketika berjerawat. Bahkan saat itu masuk kantor hari pertama setelah libur lebaran, saya ngumpet dan gak mau salam-salaman karena malu dilihat dan dikomentarin mukanya.

Baca: 5 Tanda Kamu Minder Karena Jerawat

Tapi seperti yang saya bilang tadi, jerawat itu bukan hal yang aneh kok. Mungkin 8 dari 10 orang itu memiliki kondisi kulit yang berjerawat. Jadi santai aja, kita masih punya temen dengan masalah yang sama kok. Hehehehe.

Nah yang perlu diingat di sini adalah kita tentu tetap harus pintar menghadapi sekaligus merawatnya. Banyak-banyaklah melakukan riset atau membaca artikel kecantikan. Praktekan informasi tersebut dan lihat hasilnya. Kalau tidak 100% sukses tidak apa-apa. Masih ada kosmetik yang membantu kita untuk menutupi kekurangan kulit wajah kok (tapi bersihinnya yang bener yaaaa).

Baca juga: Optimis Miliki Kulit Bebas Jerawat

Jadi teman-teman yang sedang mengalami masalah yang serupa dengan saya, jangan patah semangat ya. Jangan ragu bertanya dan pergi ke ahlinya ketika jerawat sudah meradang, seperti ke dokter kulit (instead going to beauty clinic). Dalam kasus tertentu dan sudah parah memang pergi ke dokter kulit lebih disarankan. Tapi untuk masalah minor dan perawatan, rajin-rajinlah cari tahu klinik mana yang memiliki reputasi bagus.

Selamat mencoba dan tetap pede ya! πŸ™‚

Baca juga: Having Brighter Skin Is Not Impossible

Disclaimer: Saya bukan ahli dalam kulit maupun kecantikan. Saya juga tidak akan menjawab pertanyaan pergi ke dokter mana atau pakai krim apa. Karena yang saya pakai belum tentu cocok dengan kalian. Lakukan tips research di atas! Semua cerita pada tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis. I don’t put any disturbing pictures including my pimples face, karena saya menghargai kenyamanan para pembaca blog ini πŸ™‚

34 Comments

  1. Arman 23/01/2016
  2. delapankata 25/01/2016
  3. astin 25/01/2016
  4. Aprijanti Aprie 25/01/2016
  5. Siti Mudrikah 25/01/2016
  6. Siti Mudrikah 25/01/2016
  7. evrinasp 25/01/2016
  8. dWi (nining) 25/01/2016
  9. innnayah 25/01/2016
  10. Adelina 27/01/2016
  11. Opi 30/01/2016
  12. Lia Harahap 30/01/2016
  13. Lia Harahap 30/01/2016
  14. Lia Harahap 30/01/2016
  15. Lia Harahap 30/01/2016
  16. Lia Harahap 30/01/2016
  17. Lia Harahap 30/01/2016
  18. Lia Harahap 30/01/2016
  19. Lia Harahap 30/01/2016
  20. Lia Harahap 30/01/2016
  21. Lia Harahap 30/01/2016
  22. Lia Harahap 30/01/2016
  23. monalisadeborah 10/06/2016
    • Lia 10/06/2016
  24. cantikmanis 13/08/2017
    • Lia 08/09/2017
    • Lia 08/09/2017
  25. Timy 04/10/2017
    • Lia 09/10/2017
  26. Tetty Hermawati 17/11/2017
    • Lia 20/11/2017

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)

Instagram

%d bloggers like this: