Monday Reminder

Selamat Hari Senin!
Photo Source
Siapa yang kalo Hari Senin malesnya males banget? *ancung tangan paling tinggi*
Rasanya kalo Senin pagi tuh kadar posesif kasur sama kita tinggi banget ya. Wajar kita belom siap menerima realita kalau sepanjang 5 hari harus menghadapi ruwet dan sibuknya pekerjaan. Belum lagi drama-dramanya (ini kantor apa telenovela sih?).
Tapiiiii… Kemarin ini saya seperti merasa disentil oleh Tuhan. Jadi ceritanya saya mau ke Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) yang berujung ngenes. Alias proyektornya lagi rusak jadi gak bisa masuk sampai waktu yang ditentukan. 

Hari itu panas sekali. Jadilah saya dan pacar terduduk bengong ga tau mau ke mana lagi di salah satu pohon rindang di kompleks TIM. Sampai akhirnya ada seorang pria tua (mungkin umur 60-an) duduk di samping saya terlihat gelisah sambil memegang kertas dan handphone keluaran lama.

Awalnya saya cuek aja sambil browsing dan mikir mau kemana. Tapi jadi sedikit tertarik pasang telinga saat akhirnya mendengar Beliau menelpon seseorang dengan suara agak keras.
“Selamat siang Bapak xxx. Saya xxx. Saya kemarin sudah kirimkan tulisannya ya, Pak. Sudah terima belum? Oh nanti dicek ya? Oke Pak”.
Selanjutnya Beliau memelankan suaranya dengan nada basa-basi dan sedikit penuh harap.
“Pak, saya orang Jawa. Kita sama-sama orang Jawalah hehehe (tertawa basa-basi). Saya bisa (jadi) MC. Saya dulu penyiar. Jadi saya tertarik bergabung dengan Bapak. Saya ingin bergabung, Pak. Kalau ada acara Bapak bisa menghubungi saya ya”.
Selama beberapa saat isi pembicaraan selanjutnya adalah masih tentang si Bapak menawarkan jasanya kepada si lawan bicara di telepon. Tapi kesan yang saya tangkap adalah he is desperately need a job. Kalimat pertamanya hanyalah basa basi dan cenderung tidak nyambung. Makanya ada sedikit hilang kepercayaan diri di dalam kata-katanya. Sang lawan bicara pun saya dengar terkesan tidak tertarik (Saya denger karena pembicaraan menggunakan loudspeaker. Mungkin Bapak itu sudah rada kurang pendengarannya).
Percakapan berlangsung singkat. Setelah itu Beliau pergi meninggalkan tempat dengan sedikit muka masam. Menyisakan saya dan pacar yang bengong sambil bertatapan.
“Kasian ya,” kata pacar saya.
“Iya kasian ya. Padahal kita yang punya kerjaan. Enak duduk adem di kantor tapi masih suka ngeluh,” saya ngomong sambil berkaca pada diri sendiri.
Ya mungkin begitulah cara Tuhan menegur saya. Ternyata masih banyak orang yang membutuhkan pekerjaan yang sekarang kita sedang nikmati. Apapun dilakukan supaya bisa mendapatkan pekerjaan. Entah bagaimana sudah tuanya umur seseorang. Sebaliknya saya yang masih muda, ada masalah sedikit dalam pekerjaan sudah merasa dunia mau kiamat.
Semoga suatu saat ketika saya lagi “ngadat” di kantor saya akan selalu ingat pada Bapak itu.
Hi Bapak. Semoga Bapak segera dapat pekerjaannya ya! Terima kasih telah duduk di samping saya hari itu. Tetap semangat 🙂

10 thoughts on “Monday Reminder

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)