Food Photography Workshop with Marisa Djemat

Seharusnya saya merasa kesal karena tidak pergi liburan seperti teman-teman yang lain mengisi liburan panjangnya dengan berpergian ke luar kota atau luar negeri. Namun kenyataannya saya menikmati lenggangnya Kota Jakarta kemarin ketika pergi menuju Aston Rasuna untuk menghadiri acara Tips & Trick for Food Photography with Marisa Djemat.

Acara yang saya ikuti ini sebenarnya adalah bentuk keberuntungan saya karena terpilih menjadi salahΒ  satu dari 20 orang yang berhak menghadiri photography workshop ini secara ekslusif. Ya gimana gak seneng ya hari liburan bukan dipakai buat ngabisin duit, ini malah ngisi otak dengan ilmu. Liburan yang produktif πŸ™‚

workshop-food-photography

Kebahagiaan dan semangat yang sama juga terlihat dari 19 orang peserta yang hadir. Bahkan Pak Isa Ismail sang General Manager Aston Rasuna Jakarta yang membuka acara pada pagi hari itu mengucapkan kata salut kepada kami yang rela datang pagi-pagi, terutama saat long weekend.

Tidak lupa Pak Isa juga mengucapkan terima kasih kepada blogger yang telah hadir. Menurutnya baik pihak hotel dengan blogger merupakan suatu kesatuan yang jalan berbarengan. Dalam hal ini pihak Aston Rasuna menjembatani blogger untuk menyiapkan tempat sehingga terlaksananya acara kemarin.

Tidak banyak hal yang disampaikan Pak Isa, beliau pun mempersilakan Mbak Marisa Djemat untuk memulai workshop.

Baca juga: Photography Workshop: Cara Menghasilkan Foto Instagramable

SESI SHARING BERSAMA MARISA DJEMAT

Jujur saja saya tidak mengenal sosok wanita berambut panjang ini. Saya hanya sempat melihat foto-foto Beliau di instagram saat mendaftar workshopnya.

Begitu melihat fotonya saya langsung semangat mendaftar supaya bisa mendengar apa saja tips dan trick dalam mengambil foto makanan.

Oh iya, wanita yang kerap dipanggil dengan panggilan Icha ini mengaku bahwa sebelum memotret makanan ia banyak memotret foto landscape.

Marisa Djemat

Bagi teman-teman yang tidak dapat hadir pada acara kemarin, saya akan tuliskan rangkuman hasil sharing (Mbak Icha bilang acara kemarin itu bukanlah sifatnya menggurui, jadi para peserta bebas memberikan masukan dan saran) Food Photography Workshop kemarin.

Lalu kenapa Food Photography sangat populer dan digemari belakangan ini?

Menurut Mbak Icha hal ini disebabkan pengaruh social media yang sangat besar. Seperti kita lihat hampir seluruh gaya hidup seseorang ditampilkan di social media. Misalnya kita upload foto ketika traveling, atau foto makanan di restauran yang baru saja dicoba. Social media memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat jaman sekarang yang tidak dapat dipisahkan.

Selain itu, industri kuliner di Indonesia khususnya juga semakin berkembang. Jika dulu pilihan jenis restauran hanya terbatas, sekarang hampir bisa dipastikan muncul tempat kuliner yang baru di setiap bulannya. Tidak hanya itu, mulai juga bermunculan bisnis kuliner yang berbasis online yang semakin memperkaya pilihan kuliner di Indonesia.

Melihat kondisi seperti ini, maka peran Food Photographer, Foodies, maupun Food Blogger semakin besar karena merekalah sosok yang memperkenalkan kuliner ke masyarakat luas. Maka itu, penting sekali untuk bisa memberikan tampilan yang menarik melalui gambar-gambar yang diambil sehingga orang yang melihatnya tertarik untuk mencoba makanan tersebut.

TIPS & TRICK FOOD PHOTOGRAPHY

Setelah tahu peran penting kita di industri kuliner, maka perlulah kita mengetahui teknik dan juga ilmu terkait dengan fotografi agar dapat menghasilkan gambar-gambar yang menarik perhatian.

Mbak Icha sendiri mengelompokkan foto menjadi 3 tema, yaitu:

BERDASARKAN MUSIM

Dalam hal ini maksudnya adalah mengambil foto dengan tema musim (seasons). Di Indonesia sendiri memiliki beberapa hari besar seperti Lebaran dan Natal. Kedua hari raya ini bisa dijadikan tema saat mengambil foto.

Contohnya saat mengambil foto dengan tema lebaran, maka dapat mengambil gambar makanan seperti ketupat, opor, kurma, dan lainnya. Gunakan juga properti sebagai pemanis seperti permadani, lentera, dan lainnya.

Atau saat mengambil foto dengan tema natal, maka dapat mengambil gambar kue-kue natal beserta properti seperti pohon natal atau pernak pernik khas natal lainnya.

BERDASARKAN KEGIATAN

Pernah lihatkan foto makanan yang menggunakan bahan makanannya sebagai properti? Kira-kira tema berdasarkan kegiatan ini seperti foto milik Mbak Icha di bawah ini:

Atau bisa juga foto yang memperlihatkan kita sedang bekerja. Dimana selain foto makanan atau minuman kita bisa mengikut sertakan barang pribadi kita yang masih masuk ke dalam tema, seperti laptop, kamera, hand phone, dan lainnya.

PROPERTI

Kita juga bisa membuat konsep sendiri dengan bantuan properti agar foto kelihatan lebih bercerita dan lebih hidup. Untuk itu penting untuk meletakkan properti yang berkaitan dengan tema.

Contohnya pada foto ini yang menunjukkan kesan tradisional berkat gelas antik yang diletakkan di bagian belakang.

Selain tips & trick tadi, masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam food photography, antara lain:

  1. Penataan Objek dan Komposisi yang baik agar membuat makanan dan minuman lebih menarik. Gunakan properti agar foto terlihat lebih hidup.
  2. Pencahayaan juga perlu diperhatikan agar warna foto terlihat bagus. Perhatikan arah cahaya agar makanan tidak kegelapan atau malah masuk bayangan yang tidak perlu.
  3. Peralatan pendukung yang bisa digunakan antara lain, alas foto, tripod, lampu, dan reflektor untuk mengurangi bayangan.
  4. Ambil gambar dengan berbagai Angle agar mendapatkan sudut pandang yang berbeda, seperti Flat Lay, Eye Level, atau 30Β° dari samping.

Mudah kan? Ehhh, apa sebenernya sulit? Hehehehe.

Tapi yang pasti saya setuju ketika Mbak Icha mengatakan bahwa Food Photography bisa dilakukan dimana saja, seperti di rumah, cafe, atau restaurant. Memotret makanan juga jarang menunggu momen, dimana ketika memotret saat traveling mungkin kita perlu bangun lebih pagi untuk mengejar gambar yang bagus.

Kunci dari Food Photography adalah berani berkreasi dan terus mencoba. Plus….. Suka makan πŸ˜€

SESI PRAKTEK

Rasanya kalau cuma dengerin teorinya doang kurang afdol ya (dan juga bukan workshop dong namanya LOL!), akhirnya kita diajak untuk memotret menu-menu yang disiapkan oleh Aston Rasuna plus propertinya!

workshop-food-photography-ratna-dewi

workshop-food-photography-taking-photo

Asikkk banget, kita tinggal pakai properti sesuai kemauan dan ambil foto yang bagus untuk mempraktekan ilmu yang baru saja diserap. Tapi ada satu hal lagi sih yang bikin para peserta bersemangat, apalagi kalau bukan karena hadiahnya πŸ˜›

workshop-food-photography-teguh-sudarisman

workshop-food-photography-taking-photo-2

Ada sekitar 5 menu makanan dan 2 jenis minuman yang dibuat oleh Chef Lucky Satriawan, yaitu Chef dari Mezza Restaurant, Aston Rasuna. Kami para peserta harus bisa menahan rasa penasaran kami untuk mencoba menu-menu yang terlihat menggiurkan itu.

Saya pun mulai mengambil beberapa foto yang bisa dilihat di bawah ini:

WARNING, YOU WILL SEE TOO MANY FOOD PICTURES AFTER THIS! DON’T FORGET TO CLOSE YOUR MOUTH πŸ˜€

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tuna Avocado Salad

TUNA AVOCADO SALAD

Fresh tuna slice with fresh avocado, mix lettuce, drizzling with Italian dressing.

workshop-food-photography-seafood-chowder-flatlay

workshop-food-photography-seafood-chowder-zoom-in

workshop-food-photography-seafood-chowder-dripping

SEAFOOD CHOWDER

Creamy thick seafood soup accompanied with toast pesto farmer’s bread.

workshop-food-photography-tenderloin

MIXED GRILL TENDERLOIN, KING PRAWN, AND SCALLOP

Beef tenderloin, king prawn, and scallop, served with grilled cherry tomato, sautѐd asparagus, mashed potato and garlic butter sauce.

workshop-food-photography-penang-curry-laksa-full

workshop-food-photography-penang-curry-laksa-30-degree

workshop-food-photography-penang-curry-laksa

PENANG CURRY LAKSA

Spicy coconut curry seafod broth noodle served with quail egg, fried tofu, prawn, and fish cakes.

workshop-food-photography-ciabatta-sandwich

workshop-food-photography-ciabatta-sandwich-zoom

CIABATTA SANDWICH

Square ciabatta bread stuffed with fried egg, tuna mayo, black olive tapenade, tomato, onion, cucumber, and lettuce served with homemade fries.


Berkat cahaya yang bagus (waktu itu sekitar pukul 9 – 10 pagi) dan juga properti yang mendukung saya terharu juga bisa membuat foto yang (buat saya pribadi) cukup bagus. Rasanya jadi kepengen punya mini studio di rumah jadi kalo mau foto makanan gak perlu pusing lagi cari spot yang bagus.

Oh iya, asyiknya dari workshop ini adalah hasil foto kita dinilai oleh Mbak Icha. Dari hasil penilaian tersebut kita diberi banyak masukan dan catatan penting yang saya catat adalah:

  • Penting sekali untuk mengecek foto sebelum selesai proses pengambilan gambar.
  • Jika ingin mengambil gambar di restauran bisa mencari sudut terbaik di restauran tersebut, lalu cek properti yang bisa dikreasikan untuk mempercantik foto, dan seandainya kondisi restauran sedang ramai, maka ambilah foto di meja sendiri dan menggunakan properti yang ada. Pssst, bisa juga gunakan tema hands in frame juga lho di sini πŸ™‚

Tanpa terasa selesailah workshop hari itu. Rasanya saya jadi kangen ambil foto makanan lagi. Mungkin bisa mulai lagi foto makanan-makanan hasil masakan mama saya.

workshop-food-photography-pudding

Sampai jumpa di workshop lainnya πŸ™‚

39 thoughts on “Food Photography Workshop with Marisa Djemat

    1. Iyaaah, semua serius motret biar dapet foto yang kece. Apalagi aku seneng banget dapet prop yang bagus. Kapan lagii hihihi

  1. Aku liat postinganmu sebelum berangkat beli nasi uduk ayam porsi setengah, habis liat foto-foto di sini jadi mau beli porsi sebungkus full aja ( ._.) *anaknya lemah liat mamaman*

  2. Fotonya cantik-cantik mba Lia. Makanannya juga tampak enak2. Sayang nggak bisa ikut acara ini. Sempat diundang sih. Semua gambar diatas motonya pakai apa tipe apa mba…thanks for sharing ya…

  3. Kayaknya makanannya juara semua.
    Saya suka foto paling bawah, komposisi warnanya nan lembut tapi manis.
    Kebanyakan properti foto jadi gak menarik, menurut saya.

  4. Emeng bener, faktor cahaya dan props itu penting. Soal angle juga masih saya pelajari. Masalahnya kalo di rumah saya pencahayaannya kurang, props juga apa adanya. Hahaha. Nice tips & tricks. Thanks for sharing kak.

  5. Aku menyerah dengan foodstyling-nya nih kalo di rumah. Propnya ga banyak dan feeling saat platingnya juga belum dapat. Harus belajar khusus nih sptnya

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)