Advertorial Health Lifestyle

Betadine Feminine Wash Perawatan Area Kewanitaan

Hampir dua tahun menikah dan belum juga hamil membuat saya menjadi pribadi yang gampang parno (tapi gak sampe paranoid parah sih untungnya). Makanya saya tidak pernah melewatkan kesempatan untuk bertanya berbagai hal kepada dokter kandungan saat ada jadwalnya.

Walaupun menurut dokter kandungan kondisi tubuh saya baik-baik saja, tapi saya masih penasaran sebenarnya ada masalah apa dengan diri ini sendiri? Saya pun bertanya banyak hal tentang kondisi tubuh, termasuk soal keputihan yang saya alami.

Saya khawatir kondisi keputihan ini adalah penyebab saya belum hamil. Namun dokter pun mengatakan kalau keputihan adalah kondisi yang normal selama tidak berbau dan gatal yang berlebihan. Maka itu perlu sekali melakukan perawatan area kewanitaan yang benar.

Sempat saya tanyakan juga apakah boleh menggunakan sabun untuk area kewanitaan yang dijual bebas? Dokter pun mengatakan tidak ada masalah untuk menggunakannya selama tepat penggunaannya.

Disclosure: Tulisan merupakan Event Report dari acara Launching Produk Betadine Feminine Wash yang diselenggarakan oleh Mundipharma. Informasi yang ditulis berdasarkan informasi dari narasumber yang tertulis. Sedangkan review produk adalah berdasarkan pengalaman penulis sendiri.

BETADINE FEMININE WASH

Betadine Feminine Wash

Setahun yang lalu saya bersyukur bisa datang ke acara sharing informasi tentang menstruasi dan area kewanitaan oleh Kementerian Kesehatan dan juga Mundipharma Indonesia. Dan tahun ini saya kembali diundang dengan Mundipharma Indonesia untuk memperkenalkan produk terbaru mereka yaitu Betadine Feminine Wash.

Betadine Feminine Wash ini adalah rangkaian produk pembersih area kewanitaan yang dapat digunakan sehari-hari. Produknya terdiri dari 4 varian, yaitu:

  • Gentle Protection untuk penggunaan di hari-hari normal, terdiri dari produk feminine wash (sabun cair), feminine wash foam (sabun busa), dan feminine wipes (tissue basah).
  • Fresh & Active yang cocok digunakan saat banyak kegiatan berkeringat seperti olahraga, terdiri dari produk feminine wash (sabun cair) dan feminine wash foam (sabun busa).
  • Odour Control untuk memberikan perlindungan lebih dari bau tidak sedap (cocok digunakan saat sibuk beraktivitas sepanjang hari), terdiri dari produk feminine wash foam (sabun busa).
  • Moisturising yang cocok untuk digunakan pada kondisi kering di area kewanitaan seperti habis melahirkan atau menopause, terdiri dari produk feminine wash foam (sabun busa).

Betadine Feminine Wash

Yang membedakan dari Betadine Feminine Wash ini dengan sabun pembersih area kewanitaan lain adalah ini memang cocok digunakan untuk sehari-hari. Menurut Bapak Adi Prabowo, Marketing and Innovation Regional Mundipharma (Asia Pacific, Latin America, Africa, Middle East) Betadine Feminine Wash ini memiliki kandungan Prebiotik dan formula alami Tri-Care.

Prebiotik digunakan untuk membantu pertumbuhan bakteri baik (Lactobacillus) yang berfungsi untuk menekan bakteri-bakteri jahat dengan cara menjaga keseimbangan pH area kewanitaan (3.8-4.2).

Sedangkan Tri-Care terdiri dari Immortelle (bunga abadi) yang berfungsi untuk membantu mengurangi iritasi pada kulit, lalu juga Sensiva sebagai zat aktif yang mampu mengurangi rasa gatal dan kemerahan, dan Citrofol sebagai bahan alami untuk mentralisir bau tidak sedap.

Mungkin ada yang bertanya kenapa pakai Betadine Feminine Wash ini boleh digunakan sehari-hari?

Jadi pada dasarnya area kewanitaan kita itu memiliki pH alami di angka 3.8-4.2. Angka ini bisa berubah jika menstruasi (meningkat menjadi pH 7.4), atau menggunakan sabun atau shower gel yang memiliki pH 9-10, atau juga saat berhubungan sex (meningkat menjadi pH 7.1-8), serta pengaruh lainnya.

Dengan memiliki kandungan Prebiotik dan Tri-Care tadi, Betadine Feminine Wash di sini hadir sebagai perawatan proteksi yang membantu menjaga agar pH tetap berada di kondisi normal.

Berbeda dengan produk Betadine Feminine Hygiene yang selama ini kita tahu. Betadine Feminine Hygiene memang ditujukan sebagai treatment saat menstruasi untuk mengatasi gejala infeksi, seperti keputihan, gatal, dan bau tidak sedap.

PENGALAMAN MENCOBA BETADINE FEMININE WASH

Saya sendiri pun telah mencoba produk Betadine Feminine Wash Foam dan juga Wipes-nya selama seminggu ini. Berhubung belakangan lagi sibuk banget, jadi saya coba varian Betadine Feminine Wash Foam Fresh & Active-nya dua kali sehari dan digunakan saat mandi.

Botolnya cukup mudah dipegang dan tidak berat. Masih oke dibawa saat traveling, hanya saja besar produknya mungkin akan sedikit butuh tempat ekstra. Botolnya ini tipe yang dipencet mengeluarkan busa halus. Hanya butuh 1 kali pump untuk menghasilkan 1 bola busa yang cukup untuk 1 kali pemakaian.

Betadine Feminine Wash

Betadine Feminine Wash

Saya taruh busa di tangan yang basah, lalu dibasuh ke area kewanitaan secara perlahan dari depan ke belakang. Lalu setelah itu langsung dibilas.

Ada rasa aneh setelah membilas dengan air. Saya merasa area kewanitaan tidak kesat sehingga berasa masih belum bersih. Namun saya ingat kata Bapak Adi bahwa produk ini memang memiliki pH yang seimbang sehingga tidak membuat kesat. Karena kalau pH yang tidak sesuai maka akan membuat kesat (lebih kering). Inilah yang nantinya akan mempemudah bakteri berkembang.

Betadine Feminine Wash

Rasa ini sebenarnya sama seperti saat kita menggunakan produk sabun wajah atau sabun mandi yang menggunakan busa yang banyak. Semakin banyak busa akan membuat kulit menjadi kehilangan kadar kelembapannya dan bermasalah.

Maka kalau dipikir-pikir rasa tidak kesat ini seharusnya benar baik untuk area kewanitaan kita juga.

Oleh karena itu saya selalu mengatasi rasa “aneh” karena belum terbiasa ini dengan mengeringkannya dengan handuk bersih agar kulit kering dan lembap.

Lalu saya juga suka dengan produk ini karena tidak memiliki wangi berlebihan. Sehingga saya tidak khawatir menggunakannya sehari-hari.

Betadine Feminine Wash

Produk Wet Wipes-nya sendiri juga benar-benar menjadi solusi saat berpergian. Digunakan setelah membasuh area kewanitaan, lalu tissue-nya sendiri bisa dibuang ke kloset karena bahannya degradable.

Dan bahan tissue-nya itu lumayan tebal dan halus. Jadi gak takut kulit kita iritasi.

CARA MENJAGA KEBERSIHAN AREA KEWANITAAN

Selain menggunakan produk yang tepat, bagi saya yang terpenting juga adalah tahu bagaimana cara menjaga kebersihan area kewanitaan dengan baik. Untuk itu dr. Mery Sulastri, Educator & Trainer Mundipharma Indonesia akan memberitahukan tipsnya:

  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan area kewanitaan
  • Cuci area vulva dengan air bersih dan gunakan pembersih area kewanitaan yang sesuai kebutuhan
  • Membersihkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang
  • Keringkan dengan handuk bersih atau tissue sekali pakai dengan arah depan ke belakang dan jangan diulang
  • Gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat dan ganti jika sudah mulai lembap
  • Ganti pembalut/pantyliners/pakaian dalam secara berkala maksimal 6 jam sekali

Saya pun mempraktekan semua tips di atas selama seminggu ini. Dan Alhamdulillah keputihan pun berkurang. Walaupun tentu agak sedikit repot karena baru kali ini harus bolak balik ganti pakaian dalam berkali-kali, lalu harus pakai tissue sekali pakai dalam satu kali arah basuh, dan lainnya.

Tapi ini semua harus dilakukan demi kesehatan area kewanitaan kita, ya ga?


Betadine Feminine Wash

Oh ya, kemarin saya main ke Guardian produk Betadine Feminine Wash ini sudah dijual lho. Tentunya kamu bisa beli produknya juga di minimarket/supermaket/apotek terdekat. Harga untuk Wash Foam-nya Rp45.000,- (100ml), Wash Liquid-nya Rp25.000,- (50ml), dan Wipes-nya Rp 12.000,- (10 lembar).

Selamat mencoba ya!

5 Comments

  1. Edwina Hidayah 02/05/2018
    • Lia 03/05/2018
  2. Hastira 03/05/2018
    • Lia 03/05/2018
  3. Fanny F Nila 03/05/2018

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)

Instagram

%d bloggers like this: