Categories: Beauty

Cerita Tentang Perpanjangan SIM A

Akhirnya tahun yang dinanti-nanti selama 5 tahun datang juga. Yaitu PERPANJANGAN SIM! Yihiiii 🙂 Sedikit cerita dibalik kesenangan saya dengan perpanjangan SIM ini. 5 tahun yang lalu saya mengikuti tes untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi di Samsat Daan Mogot. Datang sudah pagi-pagi, tapi apa daya baru difoto siang menuju sore. Bayangkan muka saya udah kayak apa leceknya. Mana jaman itu masih belom bisa dandan dikit-dikit. Hahahaha. Hasilnya adalah gambar muka yang paling saya ogah lihat kalo lagi buka dompet! 😛
Gak mau tampil jelek di kartu SIM selama 5 tahun lagi, kali ini saya sedikit dandan supaya ga nyesel. Karena saya bekerja, jadi hanya weekend saja saya bisa mengurus perpanjangannya. Hari Sabtu sekitar jam 10.30 saya sampai di Samsat Mall Artha Gading. Lokasinya ada di lantai 3, di atas Hoka Hoka Bento (duh jadi laperrr :P).
Saat sampai disana baik antrian SIM dan juga STNK sudah mengular. Khusus untuk SIM banyak orang berdiri di depannya tapi seperti sedang menunggu. Tanpa banyak menunggu saya langsung menanyakan kepada petugasnya mengenai tata cara memperpanjang SIM. Tapi saya diberitahu bahwa nomor antrian sudah habis dan diminta kembali besok, hari minggunya pada pukul 09.00 WIB.
Keesokan harinya saya datang jam 9 teng. Sudah ada 2 orang yang duduk di bangku yang ada di depan kantor samsat. Denger cerita dari salah satu bapak, bahwa dia sudah datang kemarin dan saat antri tinggal 2 orang lagi dia maju dapat nomor, eh di cut sama petugas dengan alasan sudah habis. Duh keki banget tuh pasti. Seandainya petugas menghitung dulu nomornya, jadi orang tidak antri lama dengan sia-sia.
Setelah menunggu sekitar 1 jam, pada pukul 10.00 WIB pintu dibuka. Saat itu sudah banyak orang yang datang untuk masuk ke dalam. Tadinya kita mau antri sesuai urutan datang, gagal lah. Dan banyak orang yang seenaknya menyerobot. Coba kalau dari awal ada nomor antrian. Jadinya lebih tertib 🙁
Pintu terbuka, semua langsung membentuk antrian. Saat sampai di meja petugas kita wajib memberikan Kartu SIM lama dan juga Fotocopy KTP. Formulir diberikan untuk mengisi nama orang tua. Setelah formulir diisi kita menunggu lagi sampai dipanggil untuk foto.
Saat dipanggil kita akan siap-siap untuk foto, tandatangan, dan juga scan sidik jari. Setelah foto kita harus membayar sebesar IDR 145.000,- (untuk SIM A) kepada petugas. Tidak sampai 5 menit, dipanggil lagi untuk ambil Kartu SIM baru.
Selesailah! Lama nunggu, tapi cepat sekali prosesnya.
Lia

Seorang ibu yang gemar menulis tentang beauty, motherhood, dan lifestyle.

View Comments

  • Waaa,, kalau sim-nya udah mati, Ktp juga udah lewat masa berlakunya.. gimana yaa? X_X

  • bikin ktp, trus ke samsat pusatnya. alias bikin baru lagiiiii... hihihi...

    lah, emang ga bisa diperpanjang di sana mbak buat ktp-nya?

    mbak bebe udah bikin sim di swedia ajaa :))

Recent Posts

  • Beauty Review

Wardah Clarifying Clay Mask Review

Review Wardah Clarifying Clay Mask pada tipe kulit wajah kering. Kira-kira apakah cocok? Baca pengalaman… Read More

2 months ago
  • Motherhood

Threenager Itu Benar Adanya!

Ada yang lagi mengalami anak di fase Threenager? Sama dong. Aku mau ceritain pengalamanku sampai… Read More

2 months ago
  • Beauty Review

Review Wardah Renew You Facial Wash

Akhirnya mencoba beralih ke Wardah Renew You Facial Wash, produk skincare lokal yang halal. Baca… Read More

3 months ago
  • Playground Anak

Inovasi Brilian Play N Learn, Playground Cafe

Serunya bermain di playground baru, Play n Learn di Mall Kelapa Gading. Permainan apa ya… Read More

3 months ago
  • Travel

Apa Yang Seru di Cimory Dairyland Puncak?

Ke Puncak jangan lupa mampir ke Cimory Dairyland Puncak. Arena wisata favorit keluarga terutama kalau… Read More

3 months ago
  • Travel

Review Hotel Ramah Anak di Puncak, Hotel Horison

Review hotel ramah anak di puncak bogor, Horison Ultima Bhvana Ciawi Hotel. Hotel dengan fasilitas… Read More

3 months ago