Unexpected Journey: Cikini

Judul di atas bukanlah tentang The Hobbit ya. Bukan….. 😛

Ketika hadir dalam Talkshow “Telisik Unik Sudut Jakarta” bersama Mas Teguh Sudarisman beberapa waktu yang lalu, yang dipikiran saya adalah pembicaraan tentang berbagai tempat yang ada di Jakarta. Namun ternyata saya salah, isi talkshow pada acara Launching Jakarta Corners ini ternyata adalah sesi sharing ilmu mengenai cara mendapatkan topik dalam menulis.

Banyak fakta yang dipaparkan oleh Mas Teguh dalam acara ini. Seperti ternyata ada sebanyak 6.250 restaurant yang ada di Jakarta (hello food blogger, banyak nih materi kita :P). Itu pun belum dihitung kafe, mall, museum, hotel, dan tempat-tempat lainnya.

Ternyata banyak yah! Dan ternyata gak perlu lagi tuh jauh-jauh ke luar kota atau ke luar negeri untuk bisa nulis sesuatu di blog. Bahkan Mas Teguh juga menceritakan tips and trick-nya.

Ini adalah contoh liputan 1 hari yang dilakukan oleh Mas Teguh:

  1. Review Sop Buntut
  2. Ke Museum Sumpah Pemuda
  3. Meliput Latihan Wayang Orang Bharata
  4. Review Resto Nasi Kapau
  5. Meliput Pagelaran Wayang Orang Bharata
  6. Meliput Pasar Subuh

Ada kesamaan dari semua topik di atas? Semua liputan di atas adalah berlokasi di Senen. Bahkan lokasi-lokasi tersebut bisa dijangkau melalui jalan kaki antara satu lokasi dengan yang lain. Tapi lihat, dalam satu hari dapat menghasilkan sebanyak 6 tulisan. Lumayan yah buat yang suka gak punya materi tulisan (kayak saya hihihihi).

Berhubung jadwal weekend kemarin saya kosong, saya ingin segera mempraktekan cara liputan seperti Mas Teguh tersebut. Dari Hari Jumat saya udah gelisah karena belum tau mau kemana.

Rencana awal adalah saya ingin naik City Bus Tour dan ke Museum Nasional. Tapi setelah itu saya tidak tahu dan tidak ketemu destinasi selanjutnya yang bisa dikunjungi. Akhirnya pada saat terakhir saya ubah itinerary.

Dan inilah itinerary perjalanan saya kemarin, yaitu keliling Cikini:

  1. Makan Bubur Cikini
  2. Ke Taman Ismail Marzuki untuk lihat Planetarium
  3. Makan Siang di Roemah Kuliner
  4. Beli Pempek Megaria
  5. Santai Sore di Taman Menteng

Sejak jam 9 pagi saya sudah siap dijemput pacar untuk berkelana mencari berita (hahahaha). Destinasi pertama berjalan lancar. Saya tahu persis dimana letak tempat makan Bubur Cikini. Saya sudah sering lihat, apalagi kalau lagi mau ke Stasiun Cikini. Tapi sampai kemarin itu belum pernah cobain.

Kenapa mau coba? Karena lihat review di Open Snap dan Pergi Kuliner cukup bagus rating-nya. Dan saya pun memesan Bubur Biasa (IDR 17.000,-). Bubur terdiri dari Bubur, potongan ayam, remah cakwe, dan juga emping. Buburnya tidak terlalu encer. Rasanya sedikit tawar, jadi saya menambahkan kecap asin dan lada untuk perasa. Setelah ditambahkan juga rasanya masih kurang pas di lidah saya. Mungkin lain kali saya perlu coba Bubur dengan tambahan Telur.
Tidak lama saya sarapan dari Bubur Cikini, saya langsung meluncur ke Taman Ismail Marzuki (TIM). Sekitar 5-10 menit sudah sampai di tempat lokasi. Setelah parkir, saya segera menuju Planetarium yang letaknya di posisi paling depan.

Saya sempat kesulitan mencari pintu masuk, sampai akhirnya di pintu depan ada seorang bapak tua yang mengatakan bahwa Planetarium sedang rusak proyektornya. Jadi sampai waktu yang belum ditentukan kita belum bisa masuk. Tidak lupa sang bapak memberikan saya brosur Planetarium sambil bilang untuk coba telpon dulu sebelum ke sini. Ini yah nomornya 021 2305146 dan 021 2305147.

Kecewa berat sih, karena udah terlanjur dateng. Dan karena Planetarium ini saya tidak ketemu social medianya, jadi bener-bener sulit untuk cek kondisinya. Akhirnya saya pun bingung mau kemana dan berakhir duduk di bawah pohon rindang dan mendapatkan sentilan. Baca disini ya, kenapa disentil 🙂

Setelah bingung mau kemana, akhirnya kami pergi cari masjid untuk Zuhur. Setelah shalat saya langsung buka aplikasi Open Snap dan Pergi Kuliner untuk cari tempat makan lainnya.

Kenapa gak jadi ke Roemah Kuliner? Karena perut saya masih kenyang makan bubur. Jadi mau pilih tempat yang lebih gak berat makanannya. Akhirnya saya makan apa? Tunggu di postingan berikutnya ya 😉

Lalu apa yang saya dapat dari perjalanan kali ini? Tentunya biar bagaimana pun rencana dibuat pasti akan ada yang miss dan tidak terduga. Maka penting sekali punya plan B. Dan juga internet! Hahahaha. Saya langsung bisa searching tempat tujuan selanjutnya on the spot.

Semoga lain kali bisa lebih sukses ya perjalanannya! 🙂

Baca juga perjalanan saya di hari yang sama:


Tonton juga video perjalanan saya di sekitar Cikini di YouTube Channel saya. Jangan lupa kasih like ya!

10 thoughts on “Unexpected Journey: Cikini

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)