Umroh | Part 3

Gak nyangka ternyata perjalanan Umroh ini bisa diceritain lumayan panjang per harinya. Semoga yang bacanya gak bosen ya… 
Hari Ketiga | 19 Januari 2015 
Setelah hari sebelumnya kita dibebaskan oleh pihak tour untuk memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, kali ini saatnya kami rombongan tour melakukan Medina City Tour
Setelah sarapan kami langsung bersiap-siap menuju bus untuk melakukan perjalanan pertama kami ke Masjid Quba.
Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibuat oleh Nabi Muhammad SAW setelah berhijrah dari Kota Makkah. Dikatakan bahwa masjid ini juga adalah salah satu masjid tertua di dunia. Alhamdulillah saya bisa berkunjung ke Masjid Quba ini.
Saat sampai di pelataran masjid, kami langsung masuk ke tempat sholat bagian wanita. Salah seorang penjaga wanita berpakaian dan berkerung hitam plus cadarnya berkata,
“Naik ke atas, ke atas…”
Ternyata kami diminta untuk melakukan shalat di atas. Perjalanan ke atas sungguh sangat ramai dan berdesakan. Ternyata dikarenakan banyak jamaah yang melakukan sholat di dekat pintu, sehingga menghalangi jamaah lain yang ingin masuk. Padahal kalau masuk lebih dalam, ruangannya cukup luas dan memungkinkan kita untuk melakukan sholat dengan lebih khusyuk.

Untuk informasi lebih lengkap tentang Masjid Quba bisa dibaca di SINI ya.
Tidak berlama-lama di Masjid Quba karena mengejar waktu sholat zuhur di Masjid Nabawi, kami langsung pergi ke tempat tujuan lainnya.
Tidak lupa kami juga sempat melihat Masjid Qiblatain dalam perjalanan selanjutnya. Masjid Qiblatain ini diceritakan adalah masjid yang menjadi saksi bisu perubahan arah kiblat shalat Umat Islam dari Masjidil Aqsa (Palestina) ke Makkah (Saudi Arabia). Sayang kami tidak turun mengingat sempitnya waktu. Saya juga gak sempet foto, karena kondisi bus terus berjalan. Hmm… Kadang saat-saat kayak gini, saya sedikit berharap kalo bisa bawa kamera SLR. Hehehehe…
Selanjutnya kami sampai di tujuan berikutnya yaitu, Jabal Uhud (Jabal = Bukit). Peristiwa besar yang terjadi di Jabal Uhud ini adalah Perang Uhud. Dimana terjadi pertempuran antara kaum Muslimin dan kaum kafir Quraisy. Dengan melihat jumlah pasukan yang sangat tidak seimbang, sebenarnya kaum Muslimin sudah sedikit lemah. Tapi dengan strategi Rasulullah yang cerdas, Perang Uhud sempat dimenangkan oleh pasukan Muslimin.

Namun karena adanya kelalaian beberapa pasukan dalam mentaati perintah Rasul, keadaan menjadi terbalik dan kaum Muslim harus menerima kekalahan dengan meninggalnya para Syuhada. Para Syuhada ini akhirnya dimakamkan di Jabal Uhud ini.
Oh iya, saat kami ke Jabal Uhud ini ternyata ada Bapak Antonio Syafii yang mendampingi kita dan bercerita tentang Perang Uhud. Seru sekali karena Beliau menceritakan sambil menunjuk posisi-posisi kejadian saat perang berlangsung. Selama Beliau bercerita imajinasi saya berjalan sambil membayangkan seakan-akan saya dapat melihat peristiwa tersebut 🙂

City tour hari ini diakhiri dengan BELANJA! Iya, belanja di Pasar Kurma. Saya disini cuma belanja beberapa jenis kurma untuk dibagikan ke teman-teman yang ada di tanah air.
Suasana di pasar kurma ini sungguh ramai dan heboh. Tidak berhenti-henti para pedangan mengajak kita untuk mencoba kurmanya. Ada yang teriak:
“dua puluh real… dua puluh real…” atau “halal halal halal…”
Saya sendiri tidak terlalu picky soal kurma. Bagi saya asal kurmanya manis, sudah enak dan bisa saya makan :9
Ternyata kata orang tua saya, kurma sendiri pun ada semacam kastanya. Hahahaha. Maksudnya, semakin enak kurmanya, semakin mahal juga harganya. Kalau tidak salah namanya Kurma Nabi yang ternyata emang enak (sekali!).
Saya dan adik-adik saya akhirnya sukses membawa satu kardus plus satu kantong plastik berisikan oleh-oleh kurma untuk orang-orang kantor dan kuliah. Orang tua saya cuma beli Kurma Muda. Yang kata mereka sih enak, tapi kok saya liatnya kayak anggur dan belum matang ya? Jadinya saya sih kurang suka. Eh iya, denger-denger kurma muda juga bagus untuk pasangan muda yang ingin punya anak? 🙂
Selesailah perjalanan kami mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota Madinnah kali ini. Saatnya kembali ke hotel dan bersiap-siap melakukan Shalat Zuhur di Masjid Nabawi.
 
Sampai jumpa di cerita berikutnya yaaaaa!
 

8 thoughts on “Umroh | Part 3

  1. Haaah.. selalu ada rasa sedikit iri ke teman2 yang udah ngerasain umroh. Pingin juga. Semoga seuatu hari dikasih jalannya ke sana.. aamiiin

  2. Mbak Miaaa, aku sebelum berangkat sudah baca blog postmu yang Umroh buat perbekalan. Hehehe. Iya, Mbak. Pengen kesana lagi, kemarin rasanya masih ada yang kurang maksimal aja.

    Semoga kita masih dikasih umur dan rejeki untuk bisa kesana yaaaa. Amieeen 🙂

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)