Suatu Sore di Taman Suropati

Jika kalian sedang berada di daerah Menteng, belum puas rasanya kalau belum pernah menginjakkan kaki di Taman Suropati, Menteng.
Melanjutkan cerita perjalanan saya kemarin di seputar Cikini dan Menteng, yuk saya ajak kalian untuk melihat isi dari taman seluas 16.328m2 ini.

Sebagian besar dari kita yang berdomisili di Jakarta sebenarnya sudah sering mendengar dan tahu persis lokasi taman kota ini. Jika kita melewati Jalan Imam Bonjol menuju daerah Thamrin, letak taman ini berada di sisi kanan jalan.

Dari luar sudah terlihat jelas banyaknya pohon rindang yang mengelilingi taman. Tapi ada satu hal lagi yang menarik perhatian saya. Yaitu banyaknya orang yang berada di dalam sana.

Ada Wifi-nya lho!

Kali ini saya akhirnya berhasil mengunjungi Taman Suropati, Menteng. Di sisi jalan banyak disediakan tempat parkir untuk motor. Untuk mobil juga tersedia, namun tidak terlalu banyak dibandingkan dengan parkir motor.

Taman Suropati sudah berdiri sejak zaman Belanda dengan nama Boorgermeester Bisschopplein. Ketika Indonesia merdeka, taman ini berubah nama dengan menggunakan nama pahlawan nasional, Untung Suropati.

Sebagian besar area Taman Suropati dikelilingi oleh pepohonan yang besar dan tinggi. Selain itu juga rerumputan, bunga, dan semak-semak yang membuat taman ini terasa asri dan adem. Di bagian tengah, terdapat area lapang luas yang bisa dipakai untuk sebagai tempat olahraga. Jika sudah capek, ada beberapa bangku yang disediakan oleh taman ini.
Salah Satu Monumen Asean

Selain itu, taman ini ternyata memiliki 6 buah monumen yang mencirikan ke-6 negara pendiri Asean yaitu, Thailand dengan Fraternity (persaudaraan), Indonesia dengan Peace (perdamaian), Singapore dengan Spirit of Asean (Semangat Asean), Malaysia dengan Peace, Harmony, and One, dan Philipina dengan Rebirth (kelahiran kembali). Monumen-monumen ini dibuat oleh para seminan Asean pada jaman tersebut dan tersebar di beberapa titik di Taman Suropati.

Lalu apa yang bisa kita lakukan di Taman Suropati? Jika kalian pecinta olahraga, kalian bisa menjadikan sisi luar Taman Suropati sebagai jogging track. Namun di luar kegiatan olahraga pada umumnya, taman ini juga dijadikan sebagai tempat dengan berbagai macam fungsi. Saya beberapa kali melihat ada segerombolan (sepertinya) mahasiswa yang membawa peralatan shooting sederhana. Ternyata mereka sedang merekam sebuah acara atau film.

Contoh yang tidak boleh ditiru!
Tidak lama juga terdengar sebuah alunan suara yang merdu. Ternyata ada sekelompok paduan suara gereja yang sedang melakukan latihan disana. Belum lagi saya melihat beberapa orang sedang tiduran di rumput sambil membaca buku dan juga selfie. Walaupun sangat disayangkan karena sebenarnya kita tidak diperbolehkan menginjak rumput.
Burung Merpati di Taman Suropati

Buat anak-anak, ada bagian yang dapat menarik perhatian mereka. Apalagi kalau bukan banyaknya burung merpati yang turun ke tanah untuk mencari makan. Burung-burung ini terlihat berani dan tidak cepat kabur melihat manusia.

Satu hal yang perlu diperhatikan saat ke Taman Suropati adalah hati-hati pada saat jam penyiraman tanaman. Walaupun sebenarnya penyiraman dilakukan secara otomatis dan sesuai dengan area hijau, tapi terkadang ada alat siram yang sudah rusak, sehingga malah menyiram kita yang sedang duduk. Tapi tenang saja, ada petugas yang siap membenarkan alat siram dengan segera.

Kesan terakhir saya tentang taman ini adalah taman yang bersih dan cocok untuk refreshing. Secara penataan sudah bagus, dan para pedagang makanan yang juga kooperatif (mereka tidak berani berjualan di dalam taman) seharusnya juga didukung dengan kita sebagai pengunjung yang dapat juga turut menjaga kebersihan dan keamanan taman.

Sudah ada yang pernah ke Taman Suropati?

Ps: Tonton juga video perjalanan saya seharian di Cikini, Jakarta Pusat.

32 thoughts on “Suatu Sore di Taman Suropati

  1. Waahh ini tempat nongkrong dulu pas jadi wartawan atau pas mau vox pop. Enak banget emang tempatnya, cuma kalo solat rada susah. Harus jalan lumayan ke Sunda Kelapa…

  2. Hay teddy bear…miss lia hehe namamu nyempil dikit di postinganku yg di luc bar n griilll

    Wah suropati sudah lama banget ga ke sana, klo dah masuk situ bingung naik angkotnya jauh banget ke jalan utamanya

  3. Dulu pas masih jadi wartawan sering banget nongkrong disini apalagi pas Jokowi masi jadi gubernur. Enaknya popotoan sambil ngopi, hihi. Cuma nggak enaknya kalo mau solat rada jauh, harus nyebrang dulu ke Sunda Kelapa.

  4. asri banget mba tempatnya 😀 dan sepiii kelihatannya. Kalo di Surabaya seperti Taman Bungkul rame banget jadi susah untuk menikmati waktu, terlalu bising dan penuh.

    1. Seru Mbak. Suka denger ada paduan suara segala lagi. Trus ada yang piknik juga. Pokoknya rame tapi gak bising. Hehehe

  5. ada taman itu membantu sekali. rekreasi, bikinudara segar, buat penyerapan air, banyak deh manfaatnya

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)