Sakit Kepala Itu Bernama Vertigo

Apa yang terpikirkan di kepala kalian ketika membuka mata dan seluruh dunia terasa berputar? Ketika saya mengatakan berputar, yang saya maksud adalah berputar secara harafiah. Rasanya seperti habis naik roller coaster dan kaki seperti tidak bisa menjejak di tanah.

Saya berharap semua itu adalah mimpi buruk. Tapi tidak. Ini nyata. Bukannya bangun dengan pikiran dan badan yang segar, saya malah menahan diri sekuat tenaga agar tidak muntah di tempat tidur.

Efek dari perasaan berputar-putar di kepala itu membuat mual. Berulang kali saya pejamkan mata dan kemudian membukanya kembali.

Tetap berputar!

Air mata sudah mengalir di pipi. Ingin rasanya berteriak memanggil orang terdekat untuk menolong. Tapi rasanya sulit. Pagi itu orang-orang di sekitar saya sibuk masing-masing dengan urusannya. Tidak sempat memperhatikan satu sama lain.

Dengan sekuat tenaga dan menahan sakit di kepala serta mual di tenggorokan, saya ambil handphone yang jaraknya tidak jauh dari jangkauan. Saya ketik pesan untuk ibu saya, agar segera menolong saya yang berada di lantai atas.

Tidak berapa lama ada suara langkah yang terburu-buru masuk ke dalam kamar saya. Langit masih gelap, begitupula kamar yang sudah saya tempati bertahun-tahun ini. Ah, bahkan untuk menyalakan lampu saja saya tidak mampu.

“Kamu kenapa? Apa yang sakit?”

Sambil menahan sakit, saya ceritakan semua yang saya rasa saat itu. Ibu saya langsung mengambil obat penahan sakit kepala. Mungkin ia kasihan melihat saya bolak-balik menutup kepala saya dengan bantal untuk menahan sakit.

Ya, rasanya sakit sekali. Bahkan kalau dengan membenturkan kepala seluruh rasa sakit itu bisa hilang, akan saya lakukan.

Beberapa menit setelahnya mata saya mulai kembali letih. Sepertinya obat penahan sakit kepala itu bekerja dengan baik. Hingga akhirnya saya tertidur sampai beberapa jam kemudian.


Untuk memastikan bahwa tidak ada masalah yang parah, akhirnya saya dan ibu saya pergi ke dokter. Saya memilih dokter umum terlebih dahulu untuk konsultasi kesehatan.

Dokter memeriksa saya seperti biasa. Tekanan darah saya pun juga diperiksa. Saya pun menceritakan kondisi saya saat di pagi hari. Dokter pun langsung berkata,

“Ada kemungkinan serangan vertigo”

Degg.. Jantung ini mau copot rasanya. Selama ini hanya mendengar orang-orang mengatakan nama penyakit itu. Tapi tidak pernah terbayangkan kalau sampai saya harus terkena penyakit itu.

Selama beberapa menit dokter menceramahi saya untuk tidak berlama-lama di depan komputer, tidak lupa makan, dan juga berolahraga. Bahkan dokter membandingkan telapak tangan saya yang pucat dengan telapak tangannya dan ibu saya yang warnanya merah merona.

Saya pun sempat dianjurkan untuk ke dokter THT. Karena vertigo memiliki kaitan dengan masalah pada telinga bagian dalam.

Pulang dari rumah sakit saya membawa oleh-oleh, yaitu tiga macam obat. Dua obat untuk mengatasi sakit kepala saya saat kambuh, dan sisanya adalah vitamin untuk ibu hamil. Ternyata vitamin yang diberikan untuk ibu hamil itu sangat bagus, khususnya untuk saya yang mungkin kurang gizi ini hehehe. Jadi jangan kaget atau bergosip kalau lihat saya meminum obat yang ditujukan untuk ibu hamil ya 🙂


Sudah lebih dari sebulan saya terlepas dari rasa sakit itu. Memang tidak secara langsung, tapi berangsur-angsur sudah membaik. Sempat beberapa kali mengalami pusing (bahkan tiga hari yang lalu sempat tidak bisa bangun), namun masih bisa saya atasi dengan baik.

Walaupun sudah mengikuti semua nasehat dari dokter, saya pun tetap melakukan small research through internet. Hanya ingin mengetahui apakah vertigo itu dan kenapa bisa terjadi. Menurut saya pribadi, saya termasuk merasakan sakit kepala yang masih dalam batas ringan. Bahkan dalam satu dua hari saya sudah bisa beraktivitas kembali. Ada beberapa teman yang terkena vertigo bisa sampai dua minggu bed rest :'(

Huhuhu sedih ya. Mumpung saya masih belum parah (dan amit-amit kalau sampai parah), lebih baik saya memperbaiki kualitas hidup saya.

Menurut Webmd.com, Vertigo adalah sebuah sensasi seperti berputar-putar. Biasanya penyebabnya dikarenakan masalah pada telinga bagian dalam. Vertigo juga biasanya dikaitkan dengan beberapa hal seperti:

  • kecelakaan pada kepala atau leher
  • masalah pada otak atau tumor
  • pengobatan yang mengakibatkan kerusakan pada fungsi telinga
  • migrain

Tidak mau sakit lagi, saya pun berusaha untuk melakukan semua hal yang akan membuat tubuh sehat kembali, seperti:

  • menjaga pola makan, terutama dengan tambahan buah dan sayur
  • banyak minum air putih
  • meminum vitamin sebagai tambahan
  • tidak duduk terlalu lama di depan komputer
  • berolahraga
  • memberitahukan keluarga dan orang terdekat untuk memberikan support sehingga pola hidup sehat saya dapat terlaksana

Memang ada baiknya melakukan pencegahan sebelum datangnya penyakit. Jujur saja saya merasa banyak ruginya dari kejadian kemarin. Rugi waktu, tenaga, pikiran, dan juga materi.

Tidak pernah terpikirkan oleh saya kalau bisa mengalami kejadian seperti itu. Apalagi kejadiannya cukup mengerikan buat saya.

Melalui tulisan ini saya ingin mengingatkan teman-teman (bukan menakut-nakuti). Penyakit bisa datang kapan saja dan menyerang siapa saja. Tapi akan lebih baik jika kita bisa mencegahnya sedini mungkin dengan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Mulailah dengan gaya hidup sehat seperti makan sayur dan berolahraga.

Ingat, bisa saja penyakit yang kita “ciptakan” sendiri menurun kepada anak cucu kita (baca cerita ini). Tidak mau hal itu sampai terjadi kan? Yuk buat generasi yang sehat mulai dari diri kita sendiri.

in-harmony-health-clinic

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog yang diselenggarakan oleh In Harmony Health Clinic.

Sumber tulisan:
Vertigo: Causes, Symptoms, and Treatment. 19 Maret 2016. http://www.webmd.com/brain/vertigo-symptoms-causes-treatment. 

26 thoughts on “Sakit Kepala Itu Bernama Vertigo

  1. aduuuuuh ini penyakit, keliatannya sepele yak. tapi kalo uda capek beneran, aku bisa muntah2 kek orang hamil, nggak cuman obat hamil itu aja bisa bikin gosip. muntah2 gegara vertigo juga kena imbasnya huhuhuu

    Sempet periksa ke dokter syaraf, ternyata pemicunya krn maag’ku. Dan emang bener, telat maem dikit aku uda pusing. apalagi kalo jam maksi keluar, duuuh sinar matahari di Surabaya itu teriknya minta ampuuuun >.<
    Smoga kita selalu sehat wal-afiat yaaa, nice share ^^

  2. Aku pernah vertigo sekali, rasanya emang enggak enak apalagi kejadiannya di rumah temen. 🙁
    Ternyata pas diperiksa, aku kebanyakan konsumsi cokelat dan keju jadi darahnya juga agak mengental. 🙁
    Dari situ dan tau riwayat keluarga punya penyakit stroke juga, aku jadi doyan olahraga sama maem buah tiap pagi. Hahahaha #AprieCurhatPanjang semoga enggak kambuhan lagi vertigonya ya!

  3. kalo vertigo sih mudah2an aku blm prnh ngerasin ya.. tapi sakit kepala biasa aja udh ampuuun sakitnya.. kayak pgn ngedekap kepala trs2an.. -__-. apalagi vertigo ya mbak.. ada 1 temen di kantor yg juga penderita vertigo.. kalo kumat dia sampe pingsan ;(

  4. I’ve been there. Malam ini aku vertigo, besoknya aku harus ujian nyanyi. Jadi nyanyi dalam keadaan masih vertigo, untungnya paginya udh berobat. Dokter ngga banyak ngomong (dokter dari kecil), dia cuma bilang “Kamu vertigo, kamu stres” haiyahhhhhhhh. Iye bener, waktu itu stres krn skiripsi hahahhahah.

      1. Bisa bangetttttt. Stres, capek pikiran tapi ngga sadar. Stresnya kapan eh impactnya kapan. Itu kepala rasanya muter kan ya, trus agak mual, susah tidurnya. Kayak abis masuk ke cangkir puter yang di Dufan trus di pusing2in ratusan kali. Ihhh sebel. Mudah2an jangan kumat lagi ya Lia.

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)