Acne Stories Beauty

Optimis Miliki Kulit Bebas Jerawat

Jerawat adalah masalah yang paling banyak dihadapi oleh semua orang. Pria, wanita, anak-anak yang puber, bahkan yang seharusnya juga yang sudah lewat puber. Begitupula dengan yang saya hadapi. Kulit berjerawat yang sulit diatasi. Rasanya pengen bilang, kapan ya kulit bisa bebas jerawat?

Dulu waktu saya sekolah, banyak yang bilang kalau jerawat hanya ada saat-saat kita puber. Maklum lah, masa seperti itu hormon tidak seimbang. Maka rasanya ingin sekali bisa cepat dewasa dan selalu memimpikan kulit yang mulus.

Namun nyatanya hal itu tidak berpengaruh. Justru semakin dewasa, saya merasa masalah jerawat yang saya hadapi tidak ada bedanya. Malah lebih parah. Iiih, mana yang katanya bisa kulit bebas jerawat ya?

Sampai akhirnya saya sadar bahwa memang masalah yang saya hadapi ini bisa terjadi karena banyak faktor, seperti:

  1. Gaya hidup yang tidak teratur. Waktu saya kuliah, jam tidur saya kebalikan. Sore kuliah, malam masih nonton reality show asal Korea, paginya tidur. Begitu aja terus selama tingkat akhir kuliah saya.
  2. Sering mencoba produk secara bersamaan. Waktu jamannya pertama kali saya senang dandan, saya termasuk yang sering gampang gonta ganti produk. Apalagi waktu maraknya beauty box, semua sampel saya pakai bergantian tanpa jeda. Akhirnya kulit bingung dan ngambek (baca: keluar jerawat).
  3. Cara membersihkan wajah yang salah. Dulu saya gak kenal cleansing oil. Jadi abis pakai BB Cream cuma bersihin pakai facial wash aja. No wonder, wajah ini dihiasi jerawat.

Selain faktor-faktor di atas, saya juga menyadari bahwa kulit saya adalah tipe sensitif. Gampang merah dan berjerawat. Selain itu, saya pernah minum pil penahan menstruasi sebelum umroh, dan hasilnya wajah saya sempat dipenuhi jerawat di dagu dan pipi.

Sekarang, masalah saya masih sama. Jerawat berkumpul di pipi. Cek dan ricek, saya pernah baca dan dengar kalau tipe jerawat ini biasanya karena ketidakcocokan dengan skin care.

Memang bisa saja sih. Apalagi saya punya riwayat menggunakan krim dokter yang ketika sudah bebas jerawat di muka, langsung drastis pakai skin care lain. Alhasil kulit saya bingung.

PLUS… Kemarin waktu persiapan nikah itu saya sempat stres banget. Sampai-sampai jerawat satu-satu muncul. Dan ini munculnya drastis banget lho. Waktu saya lamaran, kulit mulus-mulus aja. Sedangkan saat nikah, kulit bener-bener gradakan dan kelihatan banget walau dipakaikan makeup.

Sedih sih. Tapi mau gimana? Ada titik saya akhirnya nyerah dan biarin aja. Gak diapa-apain sampai lebih parah. Trus temen-temen pada komentar sama kondisi kulit saya.

“Lo sih suka coba-coba makeup”

.

.

.

.

.

.

Duhhh rasanya agak keki ya kalo denger komentar yang gak enak di kuping. Apalagi penyebab jerawat kan bisa banyak hal. Dan bukan berarti saya pakai makeup lalu tidak dibersihkan dengan benar. Bisa lihat sendiri ritual saya membersihkan muka cukup panjang lho.

Hingga akhirnya entah dapat ilham dari mana, saya mulai cek lagi produk-produk yang saya pakai. Apalagi kan sempat cari tahu soal skin care untuk persiapan hamil. Jadilah saya mulai lagi menggunakan produk yang mengklaim kandungannya ringan dan cocok untuk kulit sensitif.

Alhamdulillah sejak saya posting cerita tentang perjalanan kondisi kulit berjerawat di YouTube sekitar sebulan yang lalu, kulit semakin membaik. Belum terlalu kelihatan drastis sih soalnya saya yakin semua itu butuh proses. Termasuk urusan kulit. Toh dulu kulit saya pernah hitam kusam, eh sekarang udah cerah dikit. Hehehehe.

Gak percaya? Lihat perubahan warna kulit saya di sini deh.

Bisa berubah kan? Makanya saya optimis kalau kondisi kulit bisa kembali seperti semula. Serta optimis kulit wajah bisa bebas jerawat.

Doakan semoga semakin membaik ya 🙂


Tulisan dibuat untuk mengikuti Collaborative Blogging KEB dengan tema Cara Membangun Optimisme.

Tulisan dengan tema yang sama sudah ditulis oleh Mbak April Hamsa, lho!

17 Comments

  1. leylahana 21/03/2017
    • Lia 21/03/2017
  2. Arman 21/03/2017
    • Lia 21/03/2017
  3. inayah 21/03/2017
    • Lia 21/03/2017
  4. nianastiti 21/03/2017
    • Lia 22/03/2017
  5. Edwina Hidayah 23/03/2017
    • Lia 23/03/2017
    • Lia 24/03/2017
  6. Diarysivika 28/03/2017
    • Lia 30/03/2017
  7. UMI KULSUM 18/09/2017
    • Lia 20/09/2017

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)

Instagram

%d bloggers like this: