Ngomongin Transportasi Umum di Jakarta

Sudah lama rasanya saya gak main-main ke daerah Pusat atau Selatan Jakarta. Sampai akhirnya beberapa minggu yang lalu saya, adik, dan ayah saya harus pergi ke acara keluarga yang terletak di daerah Cipete, Jakarta Selatan.
Photo Source
Dalam perjalanan pulang kami melewati jalanan yang sedang dibangun tiang-tiang untuk projek Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta. Sambil nunggu macet dan antrian lampu merah, saya dan ayah saya yang duduk di depan ngobrol soal MRT.

A (Ayah): Udah lama banget gak kesini, banyak yang berubah gara-gara tiang-tiang MRT.
S (Saya): Iya nih, bagus pasti. Jadi ngurangin kemacetan.
A: Ah, gak yakin orang-orang mau naik MRT. 
S: Lho kenapa gitu?
A: Iya, orang yang biasa bawa mobil mana mau. Belum lagi panas dan rawan kejahatan.
S: Gak jugalah. Sekarang aja orang masih males naik transportasi umum, orang busnya aja gak ada. Tapi kalo semua transportasi umum udah jadi dan bagus, pasti semua orang beralih kok. Dan masalah kemacetan juga bisa selesai.
Jujur saya sempet sebel sama kepesimisan ayah saya. Karena saya yakin bahwa orang Jakarta juga udah muak kok ama kemacetan di ibu kota. Hanya saja alternatif kendaraan yang disediakan pemerintah masih belum memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus belum maksimal.
Sampai sekarang saya masih males menggunakan Trans Jakarta (TJ). Apalagi kalau bukan karena busnya yang tidak tepat waktu, juga busnya sedikit, pas bus datang sudah pasti terpaksa umpel-umpelan lagi di dalem bus, dan masih banyak lagi alasan saya masih belum mau menggunakan TJ sebagai transportasi umum sehari-hari.
Untuk Commuter Line (CL) saya sendiri belum pernah merasakan pada saat hari kerja. Katanya sih sama “horor”-nya kayak TJ. Tapi sejauh ini, saya masih mengandalkan CL untuk berpergian di weekend karena kecepatannya dan praktisnya.
Dan yang paling baru adalah Go-Jek. Walaupun Go-Jek bukan transportasi umum yang disediakan pemerintah, tapi idenya sungguh cerdas. Maka wajar, pemerintah pun turut memberikan apresiasi kepada aplikasi buatan anak bangsa ini. Dan menurut saya Go-Jek mampu mengubah mindset orang Jakarta, bahwa naik ojek itu aman dan cepat. Bahkan saya mengamati sendiri bahwa banyak teman-teman saya yang dulu hampir tidak pernah naik ojek (yang lebih memilih naik taksi atau bawa mobil), semenjak ada Go-Jek malah naik ojek melulu. See? (Sedikit-banyak) Mengurangi kemacetan kan?
Dari banyaknya review yang saya baca pun, banyak pekerja kantoran yang mulai mengandalkan Go-Jek sebagai transportasi umum yang terpercaya. Massalnya pemberitaan dan rekomendasi tentang Go-Jek ini membuat saya pun yakin kalau suatu saat nanti orang Jakarta akan MAU menggunakan transportasi umum. 
Jadi, kita hanya perlu sedikit bersabar sampai proyek MRT dan proyek-proyek pembangunan lainnya selesai. Percayalah bahwa suatu saat Jakarta akan menjadi sekeren Bangkok, Kuala Lumpur, bahkan Tokyo!
Amien 🙂

11 thoughts on “Ngomongin Transportasi Umum di Jakarta

  1. Tadinya saya nggak percaya ada kemacetan lalu lintas seperti Jakarta yang sering dikatakan orang, sampe kemudian saya ngalamin sendiri pas dateng ke sana. Ampun deh ya hihihii… apalagi biasa tinggal di kota kecil yang kemana2 gak lebih dari setengah jam. Semoga deh ya Jakarta akan menemukan pola terbaik untuk sistem transportasinya biar image 'macet' yg selama ini menempel bisa hilang.

  2. Aku bukan orang Jakarta –" jadi pas diajak jalan naik Commuter Line dan Trans Jakarta, rasanya pengen nangis *hahaha lebay…

    Bener-bener ngerasain hidup di Jakarta emang keras. Dari jam6pagi udah kejar-kejaran sama kereta, di maggarai banyak yg manjat supaya bisa masuk, belum lagi kalo keretanya telat. Trus di dalam commuter line juga pada galak-galak huhuhu T.T padahal sesama cewe (di gerbong wanita), aku sampe speechless…

    Energi udah keburu habis di jalan, karena spaneng –" ini pengalaman subjektifku aja sih, ngga tau apakah ini emg umum (selalu terjadi) atau ngga, krn aku juga baru bbrp kali aja naik commuter line.

    Kasian sama ibu hamil, orangtua, anak kecil kalo jejel-jejelan begitu :'( moga-moga Jakarta makin baik transportasinya aamiin

  3. masalahnya balik2 jadi lingkaran setan. mana yang duluan. emang sih walaupun ditambah armada transportnya kayak MRT, tapi kalo masih banyak kriminal ya serem juga sih ya… yah moga2 aja lah nanti jakarta bisa lebih baik…

  4. setuju banget. Saya bukan anti sama transportasi umum. Tapi kalau sekarang ekmana-mana naik mobil atau pakai taxi itu karena malas aja dengan kondisi kendaraan umum. Untung sekarang ada Go-Jek. Trans Jakarta juga rada lumayan. Jaid saya maish mau naik, lah. Semoga transportasi umum Jakarta semakin lama semakin membaik. Biar gimana memang lebih enak naik transportasi umum. Dengan catatan kondisinya harus baik

  5. Setuju Mbak. Kenyamanan dan keamanan itu penting banget. Jadi dengan kondisi yang baik gitu, dijamin semua warga Jakarta pasti mau kok naik transportasi umum.

  6. Hehehe begitulah. Ada yang bilang Jakarta keras. Yaaa bisa dilihat dari perjuangannya bangun subuh pulang udah gelap. Semoga makin baik ya Jakartaaa 🙂

  7. My programmer is trying to convince me to move to .net from PHP.
    I have always disliked the idea because of the expenses.
    But he's tryiong none the less. I've been using WordPress on several websites for about a year
    and am worried about switching to another platform.
    I have heard excellent things about blogengine.net. Is there a way I can import
    all my wordpress posts into it? Any kind of help would
    be greatly appreciated!

    Here is my blog – Klinik Aborsi Legal

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)