Lum Dee Thai Charcoal BBQ

Biarpun saya mainnya di daerah Gading terus, tapi bukan berarti saya sering coba tempat makan baru. Saya memang tipe yang kalo udah suka satu hal, bisa kesitu-situ terus sampe bosen.
Padahal ternyata ada banyak lho tempat makan baru yang belum saya coba dan bahkan saya tidak tahu. Jadi ceritanya Jumat kemarin saya ada rencana buka puasa bareng pacar. Karena gak mau makan di mall (yang pastinya bakalan rame), jadi kita pilih tempat makan yang di luar aja. 
Pilihan pertama pengen makan seafood di sebelah Al-Azhar. Apa daya, menu incaran saya gak ada. Jadilah saya dan pacar pindah ke tempat yang sudah saya browsing sebelumnya di pergikuliner.com. Iya, tadinya mau main aman ke tempat makan biasa, padahal saya udah browsing-browsing tempat makan yang baru di Gading.
Jadilah saya datang ke Lum Dee Thai Charcoal BBQ. Dan ternyata tempatnya dekat dengan tempat makan favorit saya di Wisma Gading Permai (WGP), yaitu Tahu Telor dan Warung Ropita. 

Lum Dee Thai Charcoal BBQ memiliki konsep yaitu penggabungan teknik memasak makanan dengan cara memanggang (grilled) dan merebus (seperti shabu-shabu) dalam satu panci (pan). Bingung ngebayanginnya? Nih, lihat sendiri bentuk pancinya. 

Jadi makanan yang bisa dipanggang seperti ayam, daging sapi, udang, dan lainnya dimasak di bagian atas pan yang datar. Lalu makanan yang direbus seperti pok choi, mie, telur, dan lainnya direbus di bagian yang bawah dan cekung. 
Langsung deh saya dan pacar pesan Ayam Lada Hitam (IDR 15.000,-) dan Sapi Manis BBQ (IDR 18.000,-). Untuk sayurannya kita pilih Pok Choi (IDR 7.000,-) dan tambahan Telur Mentah (IDR 3.500,-).
Sambil menunggu pesanan di siapkan. Tiba-tiba datang pelayannya yang membawa sebuah mangkuk besar. Dan ternyata mangkuk ini berisikan arang (charcoal). Lalu sebuah panci ditaro di atasnya. Panci juga diisi dengan sebuah kaldu. Memasak dengan arang seperti ini tidak menimbulkan asap ternyata.
Setelah kaldu mendidih dan pesanan sudah datang, saya langsung panggang daging ayam dan daging sapi. Jangan khawatir jika minyak yang keluar dari daging masuk ke dalam air kaldu. Justru akan menambah lezatnya makanan. Tidak lupa saya memasukkan sayuran dan telur ke dalam kaldu.
Rasa dari daging ayam dan sapinya sendiri memang sudah enak. Tapi bagi saya, akan lebih enak lagi kalo dicelup ke saus yang disediakan. Saus terdiri dari dua jenis, yang satu seperti dari ulekan bawang putih. Dan satunya lagi menggunakan bawang putih juga, namun lebih pedas. Kedua saus ini mengingatkan saya pada sambal bangkok atau sambal untuk udang goreng. Hmmm… Lezaaaat 🙂
Awalnya saya pikir saat melihat irisan tipis daging yang (menurut saya) sedikit bakalan gak kenyang. Ternyata salah besar! Untuk dua porsi normal, ukurannya sangat pas. Apalagi kita sering ditawarkan untuk menambah kaldunya. Kembung, kembung deh nih perut hihihi.
Sweet Ice Tea (Left) | Thai Milk Tea (Right)
Oh iya, jangan lupa cobain Thai Milk Tea-nya (IDR 12.000,-). Rasanya sama seperti yang pernah saya coba di Bangkok, manis seperti kesukaan saya. Dan selama ini coba di Indonesia belum ketemu dengan manis yang sama, kecuali di Lum Dee ini. 
Hanya satu saran saya jika ingin ke resto ini, pakai baju yang bikin gak berkeringat. Karena duduk dekat arang ternyata panas banget pake bingits hehehehe. Semoga nantinya Lum Dee nyediain kipas angin yaaa 🙂
Khob Kun Khaa (re: Terima Kasih)
Lum Dee Thai Charcoal BBQ
Cafe Tenda Wisma Gading Permai (WGP)
Jl. Boulevard Raya CN1 No. 19
Kelapa Gading, Jakarta Utara
Note: Lum Dee adalah Bahasa Thailand Utara yang artinya enak atau lezat.

8 thoughts on “Lum Dee Thai Charcoal BBQ

  1. So yummmyyy, bawaannya jadi laper ^^

    Salam kenal ya, saya sudah follow blognya 🙂
    ditunggu folbeknya ya, ada di kolom bawah sebelah kanan hihi ^^

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)