Travel

Grafika Cikole: Tempat Seru Untuk Outing Kantor

Udah lama gak nulis tentang travel ke luar kota. Makanya belakangan saya agak moody dan cenderung jenuh. Pengennya sih jalan-jalan keliling Asia kek, atau Umroh lagi juga boleh #ngarep.com

Tapi yang namanya rejeki gak kemana. Pas kepengen liburan, eh kantor membuat acara gathering di Lembang. Yeiy!

Terminal Wisata Grafika Cikole

Muka hepi setelah udah lama gak liburan 😀

Walaupun bukan pertama kalinya saya pergi ke Lembang, Jawa Barat, tapi perjalanan ini sangat saya tunggu. Karena apalagi kalau bukan mengunjungi salah satu tempat yang ngetren karena pemandangannya yang instagrammable.

Ya, destinasi pertama kami saat menuju Lembang adalah melakukan outbond di Terminal Wisata Grafika Cikole.

Tempat wisata ini terletak di Jalan Raya Tangkuban Perahu. Lokasinya pun persis di pinggir jalan.

Saat saya dan teman-teman turun dari bus sudah ada banyak mobil maupun bus yang parkir di area yang cukup luas. Mungkin tempat ini masih menjadi tempat wisata favorit saat berkunjung ke Bandung ataupun Lembang.

BONDING TIME WITH OFFICE MATE WITH GAMES

Hal pertama yang kami lakukan setibanya di Grafika Cikole adalah berkumpul di suatu area terbuka yang cukup besar. Ternyata kami akan memulai acara outbond.

Terminal Wisata Grafika Cikole

Permainan pertama disebut dengan ice breaking. Kami diminta untuk saling mengenal dengan rekan lainnya. Yang membuat permainan ini agak “menakutkan” buat sebagian orang adalah kami belum banyak kenal dengan rekan kantor kami dari cabang lain.

Alhasil permainan yang pertama agak gagal. Padahal tujuannya sangat bagus untuk mempererat hubungan dengan rekan yang sudah dikenal maupun yang baru dikenal.

Selanjutnya adalah permainan yang melatih konsentrasi. Sang pemandu acara akan meneriakkan yel-yel yang nantinya akan diikuti dengan gerakan tertentu. Saya yang punya masalah yang sama dengan si Dory (short memory loss alias pikun hahahahaha) agak takut untuk mengikuti permainan ini.

Tapi ternyata saya salah. Justru yel-yel dengan nada yang menarik itu membuat saya lebih cepat menghapal gerakannya. Kesulitannya hanyalah kalau yel-yel tersebut disebutkan dengan cepat. Kesrimpet jadinya hihihi.

PERMAINAN FAVORIT DI GRAFIKA CIKOLE

Permainan terakhir yang sekaligus menjadi permainan favorit saya dan teman-teman. Masih mirip seperti permainan kedua dimana harus memperagakan sebuah gerakan. Namun bukan hanya kita sendiri, tapi bersama teman secara kelompok.

Saat pemandu mengatakan berdansa, maka artinya kami harus mencari satu orang untuk berdansa.

Ketika mengatakan lampu merah, maka kami harus membuat kelompok yang terdiri dari 3 orang. Ketiga orang ini harus membuat barisan ke belakang. Yang paling depan harus jongkok, yang tengah setengah berdiri, dan yang paling belakang berdiri. Uniknya, kami harus menjulurkan lidah dan menggerakan tangan seperti lampu merah. Hihihihi.

Gerakan yang keempat saya agak lupa namanya. Yang pasti kelompok harus terdiri dari 4 orang dan kami akan berdansa bersama.

Gerakan yang terakhir adalah mendayung. Dimana akan ada 5 orang yang berpose seperti mendayung.

Permainan ini mirip seperti permainan rebutan kursi pada acara ulang tahun anak-anak jaman dulu (hihihi tua ya). Di permainan ini, yang tidak mendapat temanlah yang akan mundur.

Kocaknya di sini sisi kompetitif kita akan terlihat sekali. Tidak jarang banyak yang “membuang” teman, agar bisa bertahan dalam permainan. Namun balik lagi, no hurt feeling. Kita mah anaknya cuma ambisius aja hahahahaha.

UJI ADRENALIN DENGAN PERMAINAN EKSTREM

Setelah bermain games, peserta dipersilahkan untuk dapat bermain outbond secara bebas.

Jadi ternyata di sini ada banyak permainan seperti flying fox, jembatan gantung, sampai paint ball juga ada. Namun karena kami menggunakan paket dari kantor, maka hanya disediakan tiga permainan yang bisa dicoba.

Terminal Wisata Grafika Cikole

Jembatan Gantung

Permainan pertama yang saya coba adalah Jembatan Gantung. Jujur saja saya sebenarnya takut ketinggian. Apalagi harus jalan di satu tali tipis, rasanya kok deg-deg serr ya!

Sampai akhirnya saya melihat beberapa teman berhasil melewati permainan ini. Kok rasanya jadi penasaran ya. Jadilah saya mencoba permainan ini.

Tantangannya adalah menahan berat badan agar seimbang. Dan juga jarak dengan tanah yang cukup tinggi, pastinya akan membuat beberapa orang ketakutan bahkan mundur di tengah jalan.

Saran saya adalah untuk memantapkan niat untuk menyelesaikan permainan sampai akhir. Jangan melihat ke bawah (dimana itu pusat ketakutan saya). Dan jangan berhenti, karena sekalinya berhenti pasti akan goyah.

Alhamdulillah, saya berhasil melewati rintangan pertama. Bahkan malah nagih mau coba permainan yang lebih ekstrem lagi, yaitu Turun Tebing!

Ya, saya mendapatkan kekuatan dari rintangan pertama. Sekaligus memberikan rasa percaya diri bahwa saya mampu bermain ke permainan selanjutnya.

Padahal kalau dipikir-pikir turun ke bawah dengan posisi punggung sejajar dengan tanah itu sebenarnya butuh nyali. Bahkan saat instruktur menyuruh saya untuk merebahkan badan, rasanya pengen ngomong, “yang bener nih?”.

Terminal Wisata Grafika Cikole

Turun Tebing

Tapi kembali lagi, saya mendapatkan rasa percaya diri saat mulai mengetahui tekniknya. Bahkan saya berani mengayunkan kaki lebih tinggi saat melihat bahwa di bawah ada instruktur yang memegang tali saya. Gampiiiil 😛

Permainan ketiga? Ahhh ini lebih gampang lagi. Flying Fox terasa seperti main karet aja, kok rasanya cuma geli-geli aja di perut hihihihi. Namun permainan ketiga ini menutup rangkaian acara outbond kantor saya di Grafika Cikole.

ADA APA SAJA DI GRAFIKA CIKOLE?

Sejujurnya karena kami ke tempat rekreasi ini hanya untuk outbond, jadi tidak sempat meng-explore fasilitas lainnya. Hanya saja saya benar-benar terpaku dengan jejeran pohon tinggi yang menyelimuti area tempat ini. Berasa di film Twilight gak sih? Oh Jacob, gendong aku doooong…. Oke skip

Terminal Wisata Grafika Cikole

Dan tidak lupa juga akhirnya saya melihat tempat penginapan yang disebut-sebut sebagai rumah hobbit-nya Jawa Barat. Mungkin disebut rumah hobbit karena atapnya yang tidak terlalu tinggi dan juga di depan penginapan ada patung kurcaci yang berdiri.

Terminal Wisata Grafika Cikole

Penginapan di Grafika Cikole

Ada 3 macam pilihan penginapan di rumah ini dengan harga sekitar IDR 900.000,-an. Tapi entah karena waktu kesana hari Jumat dan cukup ramai, kok kesannya penginapannya agak kurang private karena berdekatan dengan area outbond. Entahlah apa sebenarnya masih ada area lain yang lebih tidak kelihatan oleh pengunjung.

Oh iya, kalau mau ngerasain tidur menyatu dengan alam (ceileh), bisa menyewa tenda lho. Jangan ngebayangin glamping ya, pokoknya ini mah kayak pramuka aja. Hahahaha. Tapi tetep seru.

Terminal Wisata Grafika Cikole

Camping

Tidak perlu khawatir kelaparan karena harus bikin api dari kayu bakar, di sini juga ada restauran kok. Tidurnya boleh beralaskan tanah, tapi makannya harus bikin perut kenyang dan mulut senang dong 😉


So far saya menikmati banget bermain di Terminal Wisata Grafika Cikole. Permainannya seru dan sampe sekarang masih diinget lho sama saya dan teman-teman. Trus juga areanya masih bersih dan udaranya dingin. Pokoknya pas buat ngajuin ke kantornya untuk bikin outing kantor di sini 😀

Siapa yang udah kesini juga?

21 Comments

    • Lia 26/06/2016
  1. Fika anaira 25/06/2016
    • Lia 26/06/2016
  2. Dani 26/06/2016
    • Lia 26/06/2016
  3. Aprie 26/06/2016
    • Lia 26/06/2016
    • Lia 26/06/2016
  4. Rosiy Wibisono 26/06/2016
    • Lia 26/06/2016
  5. bundashidqi lia 26/06/2016
    • Lia 26/06/2016
  6. Inayah 26/06/2016
    • Lia 26/06/2016
  7. Hastira 27/06/2016
    • Lia 01/07/2016
  8. Astari Ratnadya 27/06/2016
    • Lia 01/07/2016

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)

Instagram

%d bloggers like this: