Advertorial Health

Fakta Tentang Menstruasi Dan Area Kewanitaan

Hai ladies! Mau tanya dong, kapan sih kalian pertama kali menstruasi? Gak dijawab juga gak apa-apa. Tapi baca informasi kebersihan dan kesehatan area kewanitaan di sini selengkapnya ya! Soalnya penting banget 🙂

Disclosure: Tulisan merupakan Event Report dari acara edukasi tentang Pentingnya Menjaga Kebersihan Kewanitaan dalam Rangka Hari Kebersihan Menstruasi Dunia 2017 yang diselenggarakan oleh Mundipharma bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Indonesia.

Saya pertama kali tahu tentang menstruasi itu saat kelas 4 SD. Saat itu teman saya sudah ada yang menstruasi untuk pertama kalinya. Sejak itu saya mulai sedikit demi sedikit mengenal apa itu menstruasi. Hingga saat pertama kali “dapat” di umur 12 tahun saya gak terlalu kaget lagi.

Tapi pengetahuan saya tentang menstruasi tidak terlalu banyak. Saya hanya banyak membaca informasi tentang menstruasi dari majalah remaja langganan. Seingat saya, tidak ada penyuluhan dari sekolah, sehingga saya tidak bisa banyak bertanya langsung tentang masalah area kewanitaan.

Tanya mama? Duhh, kok risih banget ya. Kayaknya tabu aja buat diomongin. Saya cuma ingat mama hanya mengajarkan untuk menjaga diri setelah menstruasi. Tapi detailnya saya tahu dengan sendirinya dari informasi di majalah ataupun teman.

Cuma saya sebel banget kalau tanya sama teman. Kebanyakan mitos! Gak boleh keramas lah, gak boleh potong kuku lah, sampe gak boleh olahraga. Iiiih, emangnya menstruasi itu penyakit yang berbahaya ya? Sampe gak boleh apa-apa.

Padahal kalau saya diam saja, justru rasa nyeri di perut dan di bagian belakang saya sering sakit. Hingga pada akhirnya saya gak terlalu peduli dengan mitos-mitos tersebut dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya.

Lalu bagaimana dengan kalian? Masih percaya mitos-mitos tersebut? Trus diceritakan lagi kepada teman, saudara, bahkan anak perempuan kalian?

Duuuh, jangan. Sehabis ini saya akan menginformasikan fakta-fakta penting tentang area kewanitaan dan menstruasi yang saya dapat dari sumber terpercaya. Simak sampai habis ya.

HARI KEBERSIHAN DAN KESEHATAN MENSTRUASI

Hari Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi

Kalian tahu gak sih kalau tanggal 28 Mei lalu diperingati sebagai Hari Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi (HKKM)? Kalau gak tau gapapa, lah saya baru tau juga kok 😛

Wajar kalau sebagian besar kita belum tahu, karena memang tahun ini merupakan tahun pertama dirayakannya Hari Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi.

Fun Fact-nya kenapa dipilih tanggal 28 Mei sebagai HKKM adalah angka 28 yang identik dengan siklus rata-rata wanita menstruasi, yaitu 28 hari. Sedangkan bulan Mei yaitu bulan kelima dalam tahun masehi merupakan jumlah hari rata-rata menstruasi yaitu selama 5 hari.

Diselenggarakan HKKM ini karena penting sekali untuk meningkatkan awareness terhadap kebersihan dan kesehatan area kewanitaan.

Kalian yakin sudah tahu segalanya tentang kebersihan dan kesehatan area kewanitaan? Tahu apa saja yang harus dilakukan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan area wanita?

Seperti yang saya bilang di atas tadi, saya termasuk orang yang mendapatkan informasi bukan dari sumber yang tepat. Pada waktu itu rasanya tabu untuk dibicarakan apalagi mau tanya-tanya. Dan yang paling penting lagi, saya tidak pernah mendapatkan penyuluhan apa-apa, sehingga akses informasi sangat sedikit dan potensi simpang siur.

Tidak hanya saya saja, ternyata masih ada remaja putri yang tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika menstruasi. Kurangnya informasi ini bisa berdampak tidak baik terhadap kesehatan para remaja putri. Padahal wanita nantinya akan menjadi generasi penerus yang juga akan bereproduksi dan melahirkan bayi ya.

Melihat kekhawatiran itu, Mundipharma bersama Kementerian Kesehatan Indonesia mengajak bloggers untuk bersama-sama memberikan informasi bermanfaat tentang Kesehatan Wanita bagi seluruh masyarakat Indonesia.

TENTANG MANAJEMEN KEBERSIHAN MENSTRUASI

Hari Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi

Fakta mengagetkan datang dari Kemendikbud bahwa baru sekitar 70% sekolah yang memiliki jamban. Belum termasuk hitungan jamban yang bersih. Kebayang gak sih masih ada sekolah yang tidak ada toilet.

Itu gimana ya para muridnya untuk buang air? Gimana ya anak perempuan yang ingin ganti pembalut?

Dengan tidak adanya toilet, maka akan memperbesar resiko penyakit yang berkaitan dengan kulit bahkan sistem reproduksi. Akibatnya beberapa anak perempuan tidak masuk sekolah ketika sedang haid.

Hal ini dapat dibuktikan dengan survey pada tahun 2015 bahwa 1 dari 6 anak perempuan terpaksa tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih pada saat mereka mensturasi. Hal ini membuat mereka merasa tertekan dan malu karena di-bully saat menstruasi. Belum lagi pantangan-pantangan dari mitos yang belum terbukti kebenarannya membuat mereka bingung dan takut.

Melihat permasalahan tersebut, Kementerian Kesehatan Indonesia sudah membuat program pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi lho. Program ini disebut dengan Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM).

Hari Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi

Menurut Ibu dr. Eni Gustina, MPH (Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Indonesia), Kemenkes sudah punya SKB4 Menteri. Yaitu peraturan yang dibuat oleh 4 menteri, yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, dan Menteri Agama. Program ini memiliki 3 pokok dalam pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang meliputi:

PENDIDIKAN KESEHATAN

  • Tersedianya buku rapor kesehatan untuk peserta didik SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. Buku ini dibuat menjadi dua bagian, satu sebagai media informasi dan satu lagi sebagai catatan pribadi. Buku ini untuk pegangan para siswa, sekaligus media informasi tentang kesehatan reproduksi.
  • Tersedianya komik MKM untuk peserta didik.

  • Modul kesehatan reproduksi pegangan bagi guru.

PELAYANAN KESEHATAN

  • Menyediakan TTD (Tablet Tambah Darah) Rematri diberikan bagi remaja putri yang berusia 12-18 tahun yang bersekolah di SLTP dan SLTA.
  • Bulan imunisasi anak sekolah.
  • Penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala.

PEMBINAAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEHAT

  • Penyediaan toilet sekolah yang terpisah antara toilet laki-laki dan perempuan.
  • Menyediakan cermin dalam toilet.
  • Menyediakan pembalut di dalam toilet.
  • Menyediakan tempat sampah di dalam toilet.
  • Menyediakan sarana cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Keren kan? Saya baru tahu lho kalau sudah ada programnya. Tinggal setiap dari kita untuk aktif menuntut kepada setiap daerah agar sekolah melengkapi kebutuhan kesehatan wanita. Hmmmm… Semoga nantinya di setiap kantor dan tempat umum juga diwajibkan juga ya.

MENSTRUASI

Gak lengkap ya kalau gak sekalian ngomongin menstruasi sekaligus mendapatkan informasi dari sumber langsung dan terpercaya. Hayooo yang sering denger mitos ini wajib dibaca ya informasinya!

Hari Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi

Menurut Ibu Dr. Botefilia, SpOG KFER (Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI)), kita harus bangga dan bersyukur menjadi wanita yang merasakan menstruasi. Karena ada wanita yang secara fisik sudah wanita dan memiliki kromosom XX namun tidak merasakan menstruasi. Sampai akhirnya diketahui bahwa mereka tidak memiliki organ reproduksi wanita. :'(

Jadi jangan lagi ngeluh ya kalau lagi mens.

Gambar di atas adalah organ genital wanita eksternal. Sudah tahu? Hehehehe.

Faktanya adalah tidak semua wanita mempunyai organ reproduksi yang lengkap. Sehingga memungkinkan terjadinya masalah menstruasi. Untuk itu perlu mengecek ke dokter untuk mendapatkan tindakan yang tepat.

Tidak hanya itu saja, masalah juga bisa terjadi karena perbuatan manusia sendiri. Terkait dengan kondisi toilet yang tidak bersih, ada kemungkinan wanita untuk menahan pipis, bahkan juga malas mengganti pembalut. Padahal resiko bagi kesehatan cukup besar.

Vagina merupakan lapisan pertama dalam organ wanita. Sehingga perlu dijaga kebersihannya agar tidak masuk bakteri ke dalam tubuh.

Namun ada juga orang yang malah ekstra bersih dengan membersihkan vagina dengan sabun dan juga pewangi. Padahal sebenarnya tidak perlu, karena bau itu terjadi karena pH yang tidak seimbang. Dan secara alami vagina punya cara sendiri untuk menghilangkan bau tidak enak.

Lapisan kedua adalah serviks. Serviks ini kalau kita sedang tidak haid maka akan tertutup salurannya. Maka dari itu kita tidak dibolehkan berhubungan badan ketika sedang menstruasi, karena pada saat menstruasi saluran serviks terbuka. Kesempatan bakteri masuk sangat besar, apalagi darah itu tempat kesukaannya bakteri >.<

Kanker Serviks merupakan penyakit pembunuh nomor 1 di Indonesia, setelah Kanker Payudara

Lapisan ketiga adalah Endometrium alias ginjal rahim. Endometrium ini merupakan tameng pelindung wanita, dengan cara mengeluarkan haid setiap bulan.

Pada umumnya siklus haid wanita adalah kurang lebih 21 – 35 hari, dengan lama 3 – 7 hari.

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesehatan vagina kita:

  • Vagina dalam tidak perlu dicuci dengan sabun
  • Hindari penggunaan panty parfume
  • Periksa ke ginekologi minimal 1 tahun sekali (atau saat memiliki masalah seperti sakit perut berlebihan, mens yang tidak teratur, dll)
  • Menggunakan underwear katun
  • Selalu ganti pembalut 2-4 kali dalam sehari
  • Pertahankan pH vagina yang sehat: 3,5 – 4

Hari Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi

Betadine sendiri memiliki produk khusus menjaga kebersihan organ wanita yang bernama Betadine Feminine Hygiene. Menurut Bapak Adi Prabowo, Manager Cunsumer Health Mundipharma Indonesia penggunaan Betadine Feminine Hygiene adalah pada saat yang tepat, seperti saat menstruasi atau saat sedang bermasalah.

Info yang baru saya tahu adalah, produk Betadine tidak menggunakan pengawet sama sekali. Maka dari itu jika sudah 6 bulan packagingnya terbuka, harus menggunakan betadine yang baru.


Ngomong-ngomong, jujur saja saya dari dulu selalu menghindar obrolan tentang organ reproduksi. Ada perasaan takut dan malu yang selalu datang. Sialnya, saya jadi ketinggalan informasi banyak hal. Padahal kan informasinya untuk kepentingan kesehatan diri sendiri ya.

Akhirnya saya pelan-pelan membuka diri. Walaupun masih suka ngilu kalau lihat gambar-gambar organ dalam perempuan. Hahahaha. Tapi harus kuaaaat, apalagi sekarang sudah menikah. Harus semakin rajin memperhatikan kesehatan organ wanita.

Trus jangan percaya dengan mitos-mitos yang berkaitan dengan menstruasi ya, seperti:

  • Jangan keramas. Padahal kan kita harus menjaga kebersihan tubuh ya, terutama saat menstruasi.
  • Jangan makan daging. Justru pada saat menstruasi kita butuh zat besi untuk tubuh.
  • Jangan berolahraga. Padahal dengan olahraga bisa meringankan rasa sakit pada perut lho.

Jadi, penting sekali untuk menjaga kesehatan dan kebersihan organ kewanitaan kita. Dan jangan lupa untuk rutin mengecek ke dokter, atau jika mengalami masalah gangguan menstruasi.

Tetap sehat yaaa!

3 Comments

  1. deddyhuang.com 06/06/2017
    • Lia 07/06/2017
  2. Nadella 10/06/2017

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)

Instagram

%d bloggers like this: