Health Personal

Drama Vertigo Berujung di IGD

Jumat pagi itu saya terbangun akan suara alarm dari handphone suami. Pas buka mata saya lihat suami yang baru mau sholat subuh.

“Ayo sekalian subuh!”, katanya kepada saya yang berusaha mematikan suara alarm.

Entah kenapa ada yang aneh sama pandangan mata saat melihat suami. Kok rasanya berputar ya dengan cepat, sehingga membuat saya mual mau muntah.

Suami masih menyuruh saya untuk bangun. Tapi karena tidak kuat, akhirnya saya bilang kalau vertigo saya kambuh!

DRAMA VERTIGO DI PAGI HARI

Karena ini bukan pertama kalinya, saya pun langsung segera menekan kepala ke atas bantal sambil melakukan posisi sujud. Cara ini bisa menahan rasa pusing yang hebat. Biasanya kalau sudah begini nanti perlahan-lahan rasa pusing itu akan hilang.

Tapi tidak pada hari itu. Setiap kali saya coba bangun selalu masih pusing. Sampai suami (yang sudah selesai berpakaian untuk berangkat kerja) saya suruh kasih tahu ke orang tua saya yang ada di lantai bawah.

Saya nangis-nangis minta untuk dibawa ke rumah sakit segera karena rasanya sudah tidak tahan. Kepala muter terus, badan saya kayak digerayangi angin dingin, trus mual gak tertahankan. Kata suami muka saya pucat dan keringet dingin. Pokoknya pagi itu rumah rame banget gara-gara saya.

Saat turun ke lantai bawah sampai menuju mobil saya menangis karena rasanya sakit sekali. Ini pertama kalinya saya dibopong karena gak kuat berdiri sendiri. Di mobil pun saya tiduran sambil memeluk bantal yang sejak awal sudah saya benamkan ke kepala untuk membantu mengurangi rasa sakit.

Perjalanan dari rumah ke rumah sakit hanya membutuhkan sekitar 5-7 menit saja, tapi rasanya lama sekali. Sampai akhirnya yang saya ingat saya dibopong ke kursi roda lalu masuk ke ruangan IGD.

Di IGD langsung ditanya-tanya sama suster soal kondisi saya. Ditanya udah pernah vertigo kayak gini belum? Kapan waktu terjadinya? Pernah dirawat gak? Dan segala pertanyaan lain yang bingung saya jawabnya karena udah keburu teler. Di sini juga diperiksa tekanan darah yang ternyata rendah banget, yaitu 50/90.

Sempat nunggu beberapa menit, akhirnya dokter datang dan periksa kondisi tubuh. Sempat dicek pergerakan mata dengan mengikuti gerakan tangannya. Trus kaki dipegang, saya disuruh tekan sekuat-kuatnya. Disuruh juga genggam jari dokter sekeras-kerasnya.

Dan pada akhirnya dokter bilang, “ini vertigo”.

PERAWATAN DI IGD

Setelah itu saya langsung disuntik di bagian lengan sebagai obat untuk lambung karena pagi itu saya belum makan sama sekali. Setelah itu baru minum obat untuk vertigonya. Selang beberapa menit saja.

Selama setelah minum obat itu rasanya kepala muter melulu dan perut mual terus. Mana kondisi IGD hari itu rame banget. Ternyata yang drama bukan soal drama vertigo saya aja, tapi ada yang abis kecelakaan, ada yang lupa ingatan (jadi suster ribut nanya alamat orang ini melulu), dan masih banyak drama-drama lainnya.

Mata saya ketutup karena gak kuat nahan pusing. Tapi kuping saya gak berhenti denger semua keluh kesah masalah orang di pagi itu dari balik tirai.

Sampai akhirnya saya sempat beberapa kali ketiduran. Bahkan sampe ngorok 2x! Benar-benar capek soalnya sama kehebohan dan drama vertigo di pagi hari itu. Tapi mau bangun kok takut keleyengan lagi. Pindah posisi tidur pun sampe gak bisa, karena kalau pindah datang rasa pusing dan mualnya. Makanya terpaksa nahan badan sakit karena tidur dalam posisi yang sama.

Suami dan mama yang nemanin saya pagi itu nanya ke dokter kapan bisa pulang? Ternyata dokter mengijinkan pulang selama sudah dalam kondisi yang lebih baik. Yang terpaksa harus dirawat inap itu jika saya sampai muntah. Pesan dokter hanya jangan sampai saya terjatuh.

FLASHBACK KEJADIAN VERTIGO BEBERAPA WAKTU YANG LALU

Sedikit tarik mundur pengalaman sebulan yang lalu, ternyata saya juga pernah beberapa kali mengalami dua kali kejadian pusing seperti vertigo dalam waktu yang singkat. Waktu itu pertama saat di Semarang pas lagi menunggu pesanan makanan, saya menunduk melihat handphone. Setelah mengangkat kepala, langsung terasa berputar selama sekian detik. Untungnya dalam posisi duduk jadi tidak terjatuh.

Yang kedua saat menghadiri event. Kejadiannya saat berdiri dan lagi-lagi pas menunduk lihat handphone. Saat kepala diangkat kembali berputar. Waktu itu posisinya lagi berdiri. Untung saja saya masih kuat menahan posisi. Setelah diingat-ingat waktu itu memang kejadiannya saya belum makan.

Jauh ke belakang saya bahkan pernah mengalami kejadian vertigo saat sedang menyetir. Awalnya saya pikir ada gempa. Pas memang waktu itu abis ada gempa di Jakarta. Tapi ternyata tidak. Untung saja saya sedang menyetir dalam kecepatan rendah dan berada di area perumahan. Jadi sempat berhenti sebentar untuk menenangkan diri. Selama perjalanan saya gak berhenti baca doa semoga selamat sampai di tujuan.

Dari kejadian ini saya dapat sekali banyak peringatan buat tubuh. Karena setelah dibaca-baca, Vertigo itu katanya bukan penyakit. Jadi bisa jadi ini adalah gejala akan sebuah penyakit yang bisa saja lebih besar lagi kalau diabaikan.

Next, saya pengennya sih melakukan medical check up dan kalau perlu ke THT. Karena waktu kejadian vertigo pertama kali di dua tahun yang lalu sudah disuruh, cuma sayanya aja yang malas. Makanya kali ini harus diusahakan supaya segera tahu masalahnya.

Doakan semoga kita selalu sehat-sehat terus ya. Semoga juga gak ada lagi drama vertigo yang menyeramkan di pagi hari.

12 Comments

  1. Febriyan Lukito 28/08/2018
    • Lia 03/09/2018
  2. punyapista 29/08/2018
    • Lia 03/09/2018
      • punyapista 06/09/2018
        • Lia 10/09/2018
  3. rayamakyus 06/09/2018
    • Lia 06/09/2018
  4. newhildaikka 07/09/2018
    • Lia 10/09/2018
  5. dwisari 11/09/2018
    • Lia 17/09/2018

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)

Instagram

%d bloggers like this: