#CurhatBlogger: Mau Dibawa Kemana…?

Selamat Hari Senin! Selamat beraktivitas.

curhat-blogger

Sebelumnya saya ucapkan permohonan maaf kalau ternyata saya terpaksa curhat lagi di blog ini, setelah sebelumnya pernah mengeluarkan statement kalau inginnya hanya berbagi informasi melalui blog saja, di posting beberapa waktu yang lalu. Tapi sepertinya saya malah tertarik untuk menjadikan sesi curhat ini sebagai salah satu topik yang bisa dibahas dengan berbagai macam kasus. *bisaan aja kamu, Lia 😛

Baca juga: #CurhatBlogger: Antara Aku, Dia, Kalian, dan Blog

CURHAT LEWAT BLOG

Pada awalnya blog ini memang dibuat tanpa tujuan yang pasti. Bisa dibilang sebagian besar tulisan hanyalah tulisan tidak jelas nan labil gaya anak kuliah. Tapi pada dasarnya saya sudah memiliki konsep dari awal.

Sesuai dengan judul blognya “Teddy Bear Wants To Tell A Story”, saya menganggap bahwa blog ini sama seperti boneka beruang yang siap saya curhatin setiap kali. Mulai dari curhatan galau gak jelas, sampai cerita-cerita gak penting yang tidak seorang pun di dunia ini yang mau dengar.

Curhatan saya jaman dulu. Sebelum baca warna gonjrengnya Cumi Lebay, saya udah stabiloin tulisan saya 😛

Dapat maksudnya?

Blog ini memang sudah saya buat sebagai diary online yang siap menampung segala bentuk tulisan saya. Bahkan saya menambahkan deskripsi di bawah tulisan nama blog, “these are stories that I told to my bear…” yang menegaskan bahwa di sini isinya memang curhatan berdasarkan pengalaman pribadi si empunya blog.

5 tahun berlalu blog saya mengalami masa-masa yang tidak tentu arahnya. Di awal-awal tahun pertama bekerja, otomatis saya tidak bisa banyak menulis. Kendala utama memang karena waktu yang saya punya hanyalah sedikit. Hingga akhirnya saya memutuskan resign dari pekerjaan pertama saya, saya sedikit kaget akan kejutan yang diberikan dalam hidup.

Saya mendapatkan sebuah laptop secara cuma-cuma! 

Baca juga: Rejeki Gak Kemana

Entah sebuah pertanda atau bukan, tapi yang pasti dengan adanya laptop semakin mempermudah saya membuat suatu tulisan tanpa perlu meminjam laptop milik papa saya lagi. Dan sampai saat ini pun saya masih menggunakan laptop pertama saya. Semoga awet ya 🙂

MENULIS TENTANG BEAUTY, KULINER, DAN TRAVEL

Di tahun 2013 saya mulai mengenal beberapa website-website yang bertemakan kecantikan dan juga kuliner. Karena didukung dengan kesukaan saya akan dua hal tersebut pada saat itu, saya pun banyak menulis tentang produk-produk kecantikan dan juga me-review restauran.

Tulisan pertama tentang Restaurant Review

Saat itu tidak terpikirkan untuk apa menulis kedua hal tersebut. Saya hanya berbagi cerita melalui tulisan, yang mungkin pada saat itu juga tulisan saya belum banyak dibaca oleh orang-orang.

Tulisan tentang Beauty Review

Di tahun 2014 saya dan teman-teman melakukan perjalanan pertama saya ke luar negeri tanpa orang tua, tanpa keluarga, dan tanpa urusan kantor. Karena saya ditunjuk sebagai tour guide oleh teman-teman, akhirnya membuat saya harus banyak mencari tahu tentang tempat tersebut sebagai referensi perjalanan. Tanpa terasa saya malah berpikir untuk juga menulis rencana saya di blog ini. Untuk apa? Sebagai pengingat. 

Baca juga: Persiapan Sebelum Berangkat Ke Bangkok

Perjalanan pribadi bersama teman-teman saya berjalan dengan lancar. Tidak lupa saya pun menuliskan jurnal perjalanan saya di blog ini. Ada sedikit perasaan menyesal kenapa perjalanan saya sebelumnya tidak pernah saya catat di blog ini. Hingga akhirnya saya bertekat untuk selalu menulis perjalanan saya di blog ini.

Baca juga: Weekend Getaway: Bogor

BERGABUNG DENGAN KOMUNITAS BLOGGER

Di tahun 2014 juga saya mulai berkenalan dengan komunitas blogger yang ada di Indonesia. Di sinilah titik balik saya mulai mengetahui bahwa menulis di blog tidak hanya sekedar alat pencatat dan menumpahkan curhat. Tapi saya menyadari bahwa sebenarnya dengan tulisan ini, bisa juga sebagai sarana berbagi informasi.

Minggu lalu saya mendapatkan twit dari Aprie yang menginformasikan bahwa ia sudah dikirimkan produk untuk dicoba berkat tulisan saya di sini. Walaupun mungkin bagi orang lain berita ini akan terdengar biasa saja, tapi saya sangat senang sekali bahwa melalui tulisan bisa membantu orang lain.

Aprie berhasil mendapatkan produk review dari Yukcoba.in

Baca juga: Dari Blog Diary Jadi Blog Informasi

Di tahun lalu pun lah saya memperbaiki cara penulisan saya. Selain agar bisa berisikan informasi yang berguna, saya pun menjaga agar isi tulisan tetap sopan, santun, dan juga berisikan pesan positif. Walaupun sesekali saya berusaha melucu, agar para pembaca terhibur.

Fokus blog saya sekarang memang akhirnya lebih ke arah informasi, baik itu tentang kuliner, event, travel, ataupun berbagi ilmu. Tanpa sadar kemarin ketika ngumpul dengan sesama blogger beberapa kali banyak yang menyarankan saya untuk beralih dari blog gratisan menjadi self hosted

Baca juga: Kopdar Blogger di Waroeng Mee BSD

Waaahh apaan tuh? Itu pikiran saya pertama kali. Sampai akhirnya tahu kalau URL blog kita akan berubah menjadi .com jika menggunakan self hosted. Sedangkan sampai sekarang saya masih menggunakan .blogspot.co.id.

Ada banyak perdebatan mengenai hal ini. Ada yang bilang self hosted blog lebih terkesan profesional dan lebih mudah menarik brand. Tapi ada juga contoh-contoh figur yang masih menggunakan blog gratisan tapi tetap menghasilkan uang.

Di sinilah saya merasa bingung. Apakah saya harus mengubah blog ini menjadi self hosted

Jawaban saya iya, jika saya ingin serius. Saya sadar bahwa URL blog ini sungguh meribetkan. Hahahaha. Maklum lah, nama ini dibuat karena saya tidak punya pilihan nama saat itu. Dan Hermione Granger merupakan tokoh fiktif idola saya. Voila, jadilah nama URL yang ribet ini hihihi.

Sekarang permasalahannya adalah dengan nama apa seharusnya blog ini diubah? Jujur saya masih bingung. Apakah akan dibuat dengan nama pribadi saya saja? Tapi saya rasa akan sulit, mengingat mungkin saja sudah ada orang yang menggunakan nama ini.

Selain nama saya juga masih bingung akan fokus menulis kemana? Kalau dilihat sejarahnya memang saya terlalu banyak “bercerita” macam-macam di blog ini. Semua memang karena pribadi saya yang senang sekali mencoba hal baru dan menceritakannya di blog. Hingga akhirnya sekarang pun kelimpungan saat ditanya, “kamu blogger jenis apa?” hahahaha.

Akhirnya pun saya membuat sendiri label nama sendiri seperti yang tertulis pada about me di sisi kanan atas blog ini:

  • Lifestyle Blog Writer: karena memang saya nulis apa aja berdasarkan pengalaman pribadi saya
  • Weekend Traveler: karena memang saya haus akan jalan-jalan, namun apa daya cuma bisa jalan-jalan pas weekend saja
  • Food Lover: karena saya suka makan, dan bersyukur diberi tubuh yang gak gampang gemuk (tapi pipi gampang gemuk tuh!)
  • Candid Photographer: karena saya suka memotret sesuatu yang sifatnya spontan

 

Terlalu banyak ya labelnya? Pusing? Saya pun pusing mau kemana membawa blog ini.
 
Akan dijadikan tempat berbagi? Dijadikan tempat menyalurkan hobi menulis? Atau tempat untuk menghasilkan uang? Hmmm… Entahlah. Sampai sekarang saya masih menikmati proses menulis dan berbagi cerita melalui tulisan. Semoga dalam perjalanan mencari jati diri blog ini saya akan menemukan konsep yang cocok dengan kepribadian saya. Semoga cepet ketemu ya!
 
Ikutan pusing bacanya? Hehehehe. Jangan pusing ya. Mending bantu saya menemukan arah untuk blog ini 🙂
 
Terima kasih yang sudah baca sampai habis. Semoga tulisan ini bermanfaat buat kalian (ehhh, dimana letak manfaatnya ya? Cuma bikin bingung hihihi).
 

31 thoughts on “#CurhatBlogger: Mau Dibawa Kemana…?

  1. blogger gado2 juga gak masalah kok 🙂 Istilah kerennya life style blogger ^_^ Memang kalau sembari bekerja itu rada susah bagi waktu… Apalagi kl kerjanya sering ngelembur… Tp kalau diniatin (ceile…ngaca Ria, ngacaaaa) pasti bisa 🙂

  2. meski ngeblognya masih gado2…alhamdulillah tahun 2014 sy juga dpt laptop dr ngeblog.
    just wanna blog with heart gitu sih…
    nikmati prosesnya..
    sukses yaa

  3. Sepertinya dirimu memang kuat di lifestyle Lia. Jadi bisa masuk semuanya sampe ke weekend traveler. Menurut gw sih ga usah terlalu pusing sama labelnya. Branding denfan kekuata terbesar dan hal – hal yang bikin dirimu nulis dengan passionate aja.

  4. Hehehehe pengennya kayak Mas Dani yang udah lebih spesifik. Apalagi pas baca tulisan Mas Dani sama Mas Ryan tentang perjalanan blog tahun 2015 kemarin yang semakin oke karena udah lebih spesifik.

    Doakan ya supaya yang penting tetap seneng menulis 😀

  5. Sama nih, blogku juga macam-macam isinga walau sebagian besar tentang traveling. Habisnya blog kan bisa kayak buku sejarah gitu, pas mau inget2 dulu di bulan atau tanggal tertentu lagi ngapain kan tinggal baca blog aja. Intinya keep on writing!

  6. Bagi saya, bisa menulis dengan lancar dan memublikasikannya di blog saja saya sudah senang sekali… apalagi kalau tulisan saya dibilang menarik dan bermanfaat, saya sangat, sangat bahagia. Menurut saya blog Mbak ini sudah hebat banget, banyak memberi manfaat bagi orang lain, jadi kalau menurut saya jika diseriusi akan sangat-sangat bagus. Semangat terus menulisnya, Mbak Lia… :hehe.

  7. tulis aja semua yg ada di pikiran mba 😉 Ga usah kelamaan mikir mw apa yg ditulis di blog… kalo aku sih, memang krn dr awal bikin blog udh tau yg hanya akan aku tulis cuma ttg kuliner dan traveling… jd di luar konsep itu, aku g bakal tulis 😀

  8. Segala sesuatu nya jangan dibuat beban lia. Entar pasti nemu koq dan yang sekarang ini menurut aku sudah oke. Baca tiap artikel itu benar2 ngerasain kalau kamunya lgsg bercerita.

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)