Belajar Berbagi di Careday oleh Sisternet

Dulu saya berpikir kalau membagi sesuatu terhadap orang lain, maka kita akan tidak punya apa-apa lagi.

Seperti analogi ini. Kita hanya memiliki satu kue. Namun karena ada orang yang lapar, lalu urung diberikan, karena saya pun sudah lama ingin kue tersebut. Jika saya berikan kue itu, maka saya tidak akan punya apa-apa.

Tapi saya pernah mendengar suatu kalimat dari seorang senior, bahwa dengan membagi sesuatu kepada orang lain itu justru tidak membuat apa yang kita punya berkurang. Apalagi ilmu.

Yah, mungkin melanjutkan analogi di atas, kalau saya dengan sukarela memberikan satu-satunya kue yang saya miliki, mungkin suatu saat orang tersebut akan membalas kebaikan saat saya sedang kesusahan.

Intinya adalah tidak ada yang salah dengan berbagi.

CAREDAY

Seperti itulah kira-kira misi dari sebuah acara bernama Careday yang diselenggarakan oleh Sisternet, Sabtu, 2 April 2016 lalu di 101 Hotel, Dharmawangsa, Jakarta.

sisternet

sisternet-careday-the-sisters

β€œJangan biarkan ilmu berhenti di tempat! Sekarang saatnya kamu belajar tentang topik yang kamu sukai”

Itulah kalimat yang terletak pada banner informasi acara Careday ini. Jujur saja ketika saya ingin mendaftar acara ini, saya tertarik karena pembicaranya si Financial Planner ceriwis, Ligwina Hananto.

Sampai pada akhirnya saya berada di tempat acara, saya baru tahu konsep acara ini. Jadi kami para peserta akan mendengarkan ilmu yang akan diberikan oleh dua pembicara yang kompeten di bidangnya masing-masing.

Setelah itu peserta akan juga mendapatkan sesi cara membuat planning sharing ilmu yang sudah didapat dengan nama program, Giving Back.

PERSONAL FINANCIAL 1.0

Setelah acara dibuka oleh Mbak Rara (Community Manager XL Axiata) dan juga Ligwina Hananto, kami pun lanjut ke dalam sesi berikutnya yaitu Personal Financial 1.0. Di sesi ini masih diisi oleh wanita yang merupakan Founder sekaligus CEO QM Financial.

Mbak Ligwina langsung meminta peserta mengangkat tangan untuk wanita yang sudah berkeluarga dan juga sudah bekerja. Dan meminta kepada peserta yang belum menikah untuk tidak langsung memutuskan pacarnya ketika melihat ini:

sisternet-careday-dana-pendidikan

sisternet-careday-ilustrasi-perhitungan-dana-pendidikan

Ya, ini adalah tabel dana pendidikan yang direncanakan sejak tahun 2016. Jadi kalau kalian sudah memiliki anak di tahun ini, bisa dilihat perhitungan dana yang harus dimiliki ke depannya saat anak masuk sekolah dasar, menengah, dan juga kuliah.

Wahhh! Banyak banget ya. Pertanyaannya sekarang gimana cara cari uangnya ya? Hahahaha.

Sedikit cerita dari Mbak Ligwina, kalau dulu ia dan adiknya bisa melanjutkan sekolah sampai keluar negeri berkat ayahnya. Apakah mereka keturunan keluarga kaya? Tidak. Rahasianya ayahnya menabung hampir 90% dari penghasilannya untuk biaya sekolah anak-anaknya.

Pertanyaannya, sanggup gak sih kalian menabung hampir 90% dari penghasilan setiap bulannya? Aduh, kalo saya sih gak bisa bye bye deh sama yang namanya online shopping. Rasanya tidak mungkin ya di jaman sekarang.

Di sini wanita pecinta Star Wars ini mengatakan bahwa ada opsi lain selain menabung untuk dapat memenuhi kebutuhan dana pendidikan yaitu investasi. Di sini tidak terlalu dijelaskan mengenai investasi, karena butuh waktu yang lebih banyak untuk membahasnya.

Melihat kebutuhan-kebutuhan masa depan yang sangat banyak, maka itu perlulah kita dapat melakukan pemeriksaan terhadap keuangan kita. Kita sendiri juga perlu tahu mana kebutuhan pokok, kebutuhan lifestyle, dana darurat, dan masih banyak lagi.

sisternet-careday-lima-tips-habis-gajian-ligwina-hananto

Saran saya sih untuk lebih jelasnya bisa baca bukunya Mbak Ligwina Hananto yang berjudul Untuk Indonesia yang Kuat dan juga Mbak Prita Ghozie yang sudah saya pernah review di sini.

TRAVEL WRITING 1.0

Selanjutnya adalah sesi travel writing bersama Mbak Amalla Vesta yang dikenal juga dengan akun @SwankyTraveler dan @LiburanLokal. Berkat hobinya, Mbak Vesta ini sekarang juga menjabat sebagai Senior Manager Digital Communication Garuda Indonesia lho.

Sedikit intermezo dari Mbak Vesta bahwa ketertarikannya di dunia traveling adalah tidak sengaja. Dimulai dengan pembuatan itinerary dan acara untuk outing kantor pertamanya, lama kelamaan banyak orang yang minta dibuatkan perjalanan untuk liburan.

Kecintaannya akan dunia traveling tidak hanya dibiarkan begitu saja. Mbak Vesta mulai menuliskan cerita perjalanannya ke dalam bentuk tulisan. Menurutnya, menulis cerita perjalanan itu menciptakan tiga hal:

  1. Membuat kenangan saat berpergian menjadi nyata dalam bentuk kata-kata.
  2. Menginspirasi dan menyebarkan semangat traveling untuk orang-orang sekitar.
  3. Untuk menginspirasi diri sendiri agar bisa lebih banyak pergi traveling.

Jaman sekarang pun sudah banyak bentuk jurnal traveling mengingat semakin berkembangnya teknologi.

Bagi yang suka nulis, lebih senang menceritakan perjalanannya melalui kata-kata yang disalurkan ke blog.

Sedangkan yang senang mengabadikan dalam bentuk gambar bisa menyimpannya dalam bentuk video blog atau hasil gambar yang dishare melalui instagram.

Yang uniknya lagi, sekarang juga banyak bentuk jurnal traveling yang dibentuk melalui gambar yang digores melalui tangan sendiri. Biasanya yang bisa melakukannya adalah seorang ilustrator yang memang bisa menggambar. Sebagai contoh kalian bisa lihat akun instagram Pinot, atau teman lama saya Wening.

Sering gak sih kita merasa mentok dan bingung mau cerita apa saat ingin menulis sebuah cerita perjalanan? Kemarin Mbak Vesta menantang kami untuk bisa menulis dalam waktu yang singkat.

Dimulai dari menuliskan 5 highlight perjalanan yang diingat dalam waktu 3 menit. Saya pun sedikit mengalami kesulitan sebelumnya, sampai akhirnya berhasil membuat 5 higlight perjalanan.

Lalu dilanjutkan dengan membuat sebuah paragraf dari salah satu 5 highlight yang tadi sudah dipilih.

sisternet-careday-amalla-vesta

Tanpa sadar saya jadi merasa terbantu saat menuliskan cerita perjalanan yang baru-baru ini saya lakukan. Dengan mengambil tema terlebih dahulu, ternyata menulis jadi lebih mengalir daripada biasanya. Apalagi saat itu kami diberikan tenggat waktu. Suatu hal yang tidak mungkin saya lakukan ketika sedang santai seperti ini.

TRAINING OF TRAINERS

Nah, ini dia gongnya dari acara ini. Setelah kepala diisi dengan pengetahuan dari Mbak Ligwina dan Mbak Vesta, saatnya kita melakukan sesuatu yang baik kepada orang lain.

sisternet-careday-training-of-trainers

Kami ditantang oleh Sisternet untuk melakukan aksi giving back kepada teman-teman atau orang yang dikenal. Giving back berupa sharing session berisikan materi yang telah kita dapatkan tadi.

Tujuan dari giving back ini adalah supaya ilmu dan kebaikan yang sudah berikan, tidak akan berhenti di kita saja. Tapi terus berkelanjutan.

Di sesi ini ada Mbak FDV Wulansari dan Mbak Emiralda Noviarti dari QM Financial yang akan membantu peserta untuk menyusun rencana giving back workshop.


Senang sekali rasanya bisa menjadi salah satu bagian acara Sisternet kemarin. Wawasan dan ilmu semakin terbuka. Kami pun diajak berbuat baik dengan sesama wanita lainnya. Apalagi kalau bukan demi kemajuan wanita Indonesia sepenuhnya.

Pas sekali ya dengan semangat Kartini yang hari lahirnya dirayakan oleh wanita Indonesia pada hari ini πŸ™‚

Oh iya, jangan lupa juga untuk ikut acara-acara seru lainnya dari Sisternet ya! Cukup sign up di www.sisternet.co.id

Sisternet-careday-April-2016
Foto dari Twitter Mbak Ligwina Hananto

Selamat Hari Kartini!

28 thoughts on “Belajar Berbagi di Careday oleh Sisternet

  1. Blognya cantik banget seperti orangnya
    Saya juga seneng banget kalo nulis catatan perjalanan. Jadi berasa reuninya. Keren acara careday ini

    1. Mbak Evrina keren juga kalau tulis cerita perjalanan. Kapan ya aku bisa jalan-jalan terus kayak Mbak Evrina πŸ™‚

  2. Aku waktu itu mau daftar untuk ikut. Tapi malah kelupaan. Btw, emang jaman sekarang untuk biaya pendidikan semakin mahal. Harus rajin-rajin menabung. Baca tulisanya, mba. Berasa hadir di sana. Makasih ya sudah sharing πŸ™‚

  3. Wah wah 90% gimana caranyaaah? *penasaran hahahha. Seru ya Lia acaranya. Semoga kapan2 bisa ikutan eventnya sisternet πŸ™‚

    1. Orang jaman dulu kan bisa berhemat. Dan dulu Mbak Ligwina tinggal di daerah terpencil. Gak ada online shopping segala hehehe. Dan ayahnya memang hanya mau jor-joran keluarin uang kalau hubungannya sama pendidikan.

      Gak bakalan bisa kita praktekin sekarang. Makanya perlu financial planning. Biar seneng-seneng jalan terus, tapi pas tua masih bisa hepi gak kekurangan duit.

      Aku kepengen ikut sister tripnya. Tapi belum tau yang mana. Nanti kapan-kapan bareng yuuk, Mbak Mia πŸ™‚

    1. Makan angin kakkk. Hihihi.

      Makanya Mbak Ligwina bilang kalau nabung 90% itu gak mungkin banget di jaman kita. Gantinya adalah investasi.

  4. ini keren banget, jd niat berbagi menjadi lebih terarah, beda kan ya dibanding asal berbagi di blog dan grup fb seperti saya πŸ™‚

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)