Baru Tau Kalau Di Jepang Itu…

Sore ini saya menyempatkan diri untuk bertemu sahabat lama saya waktu SMA. Sahabat saya ini sekarang menetap di Jepang, dan karena suatu hal dia sedang berada di Jakarta. Saya dan satu orang teman lagi pun akhirnya sepakat untuk bertemu hari ini.
Photo Source
Karena hampir setahunan sudah tidak ketemu jadi banyak hal yang kita bicarakan. Ngobrol ngalor ngidul tentang kehidupan, sampai akhirnya saya banyak wawancara tentang hidup dia di Jepang. Maklum, saya penasaran banget gimana sih serunya tinggal di negeri orang. Sampai-sampai saya seneng banget lho baca mamarantau.com hehehehe.
Dari percakapan hari ini, saya baru banyak tau mengenai Jepang. Apa saja itu? Ini dia kebaru tahuan saya 😀

HARI LIBURNYA (JUGA) BANYAK
Beberapa waktu yang lalu saya baru tahu kalau Jepang tidak menjadikan Hari Natal sebagai hari libur nasional. Maka saat natal pun orang Jepang masih bekerja dan beraktivitas layaknya hari biasa. 
“Jadi (di) Jepang gak banyak liburnya dong?” tanya saya.
Ternyata engga juga lho. Menurut teman saya ada libur-libur yang waktunya bisa selama seminggu. Seperti libur musim dingin atau musim panas. Bahkan anak-anak sekolah mendapatkan libur selama 40 hari untuk libur musim panas (yang ini sih saya udah tau dari Komik Miiko hahaha).
Yang bikin terasa enak sih, libur yang cukup panjang, jadi bisa tuh dipakai buat jalan-jalan.
ANAK KECIL JARANG REWEL KETIKA DI TEMPAT UMUM
Sahabat saya ini sudah memiliki seorang putra berumur 2 tahun. Di umur segini sang anak sedang aktif-aktifnya. Wajar sahabat saya ini beberapa kali menegur sang anak yang tidak bisa diam.
“Kalau di Jepang rata-rata anaknya lebih nurut,” kata dia.
Menurut teman saya, anak-anak di Jepang diajarkan untuk displin dan menghargai orang lain dari rumah. Para orang tua menerapkan pola displin, sehingga saat di tempat umum pun sang anak terlihat menurut.
Kira-kira cara mengasuh seperti apa ya yang dilakukan oleh orang tua di Jepang?
TAS NOBITA ITU HARGANYA 6 JUTA! (eh, ini nominalnya kalau gak salah denger ya hihihi)
Iya, tas nobita yang warna hitam dan isinya pr yang gak pernah dikerjain itu. Ternyata harganya cukup mahal sodara-sodara. Walaupun mahal, tas ini bisa dipakai sampai sang anak kelas 6 SD. 
Jadi penasaran, kenapa harganya mahal ya?
ANAK TK JALAN KE SEKOLAH SENDIRI (baca Update di paling bawah yaaaa!)
Karena kebanyakan baca komik Miiko, saya jadi penasaran apakah benar anak-anak Jepang itu pergi ke sekolah dan pulang ke rumah sendiri sejak kecil? Bahkan Miiko pas TK aja udah bisa pulang ke rumah sendiri.
Ternyata memang benar. Menurut pengamatan teman saya ini, setiap pagi ada serobongan anak TK yang akan berangkat sekolah. Selain itu mereka juga diantarkan oleh anak SD (atau yang lebih besar). Biasanya guru-guru menunggu di beberapa titik, seperti lampu merah. 
Keren yah! Pantesan Jepang disebut sebagai negara yang aman.
Itulah hasil investigasi saya mengenai Jepang hari ini. Lucu juga ya, ternyata bisa tahu tentang beberapa hal di negara lain dari sumbernya langsung.
Hwaaaa… Jadi pengen ngerasain sendiri deh. Hehehehehe 😀

UPDATE!
Karena banyak komentar tentang Tas-nya Nobita, saya jadi nanya lagi sama temen saya yang sekarang udah balik di Jepang.

Menurut dia tasnya mahal karena awet tahan benturan dan aman dari maling 😀

Trus soal anak TK berangkat ke sekolah sendiri ternyata (di daerah dia) bukan dianter kakak kelas SD-nya. Tapi masih dianter mamanya sampai jemputan. Kalau anak SD sudah bisa jalan sendiri 🙂

Masih ada yang penasaran tentang Tas Nobita? Hihihihi.

21 thoughts on “Baru Tau Kalau Di Jepang Itu…

  1. Wah, iya. Dosen saya yang pernah tinggal di Jepang pernah cerita tentang tas nobita itu juga. Beliau ngasih tau anak-anaknya supaya jagain tas sekolah baik-baik karena harganya mahal bingit. 😀

  2. Ke jepang yuk li… Hahaa..

    Btw tas nobita ada di aeon loh. Mahal bgt..! Pernah baca di artikel apa gtu (lupa) mahal krena bisa awet sampai bertahun tahun plus bergaransi pula. Selain itu mengapa paramorang tua tdk khawatir anaknya pulang pergi sendiri. Ternyata di tas di pasang gps. Jdi orang tua bisa memantau keberadaan anaknya. Plus dibuat dari bahan2 yg berkualitas tinggi.. Cmiiw

  3. Mauuuuukkk. Temenku yang di Jepang ini sudah menawarkan untuk menemani jalan-jalan kalau kita kesana. Hihihihi.

    Iyaaa. Jepang udah secanggih itu ya. Makanya anak-anaknya dari kecil udah mandiri, tapi tetap dalam pengawasan orang tua.

    Duhhh bisa menginjakkan kaki di Jepang gak yaaaa? 😀

Selesai baca? Yuk silahkan berkomentar dengan sopan di kolom ini. Mohon maaf link hidup akan saya moderasi. Terima kasih :)